Selasa, 28 April 2026

Berita Seluma

Penyediaan Lahan Tersendat, Pembangunan 200 Gerai KDMP di Seluma Bengkulu Terancam Molor

Penyediaan lahan tersendat, pembangunan 200 gerai KDMP di Seluma terancam molor meski 30 desa sudah siap bangun.

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Ricky Jenihansen
Tribunnews.com/Yayan Hartono
GERAI KDMP – Dandim 0425/Seluma Letkol Kav Yuliansyah menjelaskan progres penyediaan lahan pembangunan gerai KDMP di Seluma, Senin siang (1/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  1. Pembangunan 200 gerai KDMP di Seluma terhambat karena sebagian desa belum menuntaskan penyediaan lahan.
  2. Baru 30 desa yang menyiapkan lahan 1.000 meter persegi dan siap masuk tahap pembangunan awal.
  3. Dandim Seluma memerintahkan Babinsa mempercepat pendataan lahan serta menyesuaikan administrasi.
  4. Pemanfaatan aset pemerintah daerah disarankan sebagai alternatif lahan.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Program pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Seluma terus menunjukkan progres, meski masih terdapat sejumlah desa yang belum menuntaskan penyediaan lahan.

Dari total rencana 200 unit KDMP, hingga kini baru 30 desa yang telah menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi untuk pembangunan gerai.

Dandim 0425/Seluma, Letkol Kav Yuliansyah mengatakan, 30 desa tersebut telah siap untuk memasuki tahap pembangunan awal. Sementara desa lain masih dalam proses pemenuhan lahan sesuai kebutuhan standar.

"Untuk tahap awal ini, 30 titik sudah siap dibangun gerai KDMP. Sisanya masih dalam proses pemenuhan lahan 1.000 meter persegi,” tegas Letkol Kav Yuliansyah, Senin siang 1 Desember 2025.

Ia menjelaskan, seluruh Babinsa di Kabupaten Seluma kini tengah melakukan koordinasi intensif terkait pendataan lahan dan inventarisasi aset pemerintah daerah di tiap desa. Data tersebut akan menjadi dasar untuk melanjutkan pembangunan ke tahap penginputan dan verifikasi.

"Saya minta Babinsa melakukan pendataan dan penyesuaian administrasi lahan, termasuk koordinasi dengan kepala desa dan ketua KDMP,” ucap Yuliansyah.

Yuliansyah juga menekankan pentingnya memanfaatkan aset pemerintah daerah, baik milik sekolah maupun OPD lain yang memiliki lahan minimal 1.000 meter persegi, sebagai alternatif pembangunan gerai.

"Semua harus dipersiapkan cepat dan tepat. Kita ingin gedung ini benar-benar menjadi pusat layanan ekonomi yang aktif. Perencanaannya harus matang, fasilitas mendukung, dan pengelolaannya nanti profesional,” sampai Dandim.

Ia menegaskan, sesuai instruksi Presiden, pemerintah daerah wajib memfasilitasi desa dalam penyediaan lahan pembangunan gerai KMP. Karena itu, Pemda, kepala desa, dan Ketua KMP akan melakukan rapat bersama untuk mencari solusi bagi desa yang belum memiliki lahan.

“Kita akan lakukan pendampingan dan koordinasi lintas sektor. Jangan sampai ada desa yang tertinggal dalam pengembangan KMP sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Program ini diharapkan mampu memperkuat UMKM dan meningkatkan perekonomian desa,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Seluma Teddy Rahman, SE., M.M, juga menegaskan pentingnya kesiapan lahan serta administrasi. Desa dan kelurahan harus terus berkoordinasi agar pembangunan gerai KDMP ini dapat terlaksana sesuai waktu dan aturannya.

"Ketelitian dalam mempersiapkan lahan dan administrasi menjadi kunci. Semua aspek teknis maupun administratif harus siap sebelum pembangunan dimulai,” kata Teddy.

Program KDMP sendiri diproyeksikan menjadi pusat distribusi, layanan ekonomi, serta penguatan UMKM desa, sehingga percepatan penyediaan lahan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pembangunan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved