Bacaan Mantra Panca Sembah yang Benar, Beserta Urutannya
Mantra Panca Sembah Yang Benar adalah doa utama yang dilakukan setelah melakukan Doa Tri Sandya. Mantra atau doa panca sembah wajib dilaksanakan dalam
TRIBUNBENGKULU.COM - Mantra Panca Sembah Yang Benar adalah doa utama yang dilakukan setelah melakukan Doa Tri Sandya. Mantra atau doa panca sembah wajib dilaksanakan dalam persembahyangan sehari-hari, maupun persembahyangan di Pura atau tempat persembahyangan lainnya.
Sarana persembahyangan yang pada umumnya digunakan umat Hindu meliputi Bunga, Dupa dan Air Suci (Tirtha).
Di beberapa tempat sebutan Mantra Panca Sembah terkadang sedikit berbeda. Di Bali sering kita dengar dengan Doa Kramaning Sembah. Seperti sebutannya “Panca” maka doa ini terdiri dari 5 runtunan doa. Berbeda dengan Mantra Kramaning Sembah yang terkadang lebih dari 5 doa, tergantung dari upacara/yadnya yang sedang berlangsung ditempat itu.
Sedangkan, Dr. Poniman menerangkan dalam buku Tradisi Cinandi di Banyuwangi, hal pertama yang dilakukan dalam ritual permohonan tirtha suci adalah tirtha penglukatan, yaitu pensucian diri manusia dengan cara dipercikan air oleh pemangku sebanyak tiga kali. Setelah selesai, selanjutnya adalah persembahyangan.
Selama pemangku melakukan tugasnya memohon tirtha, maka peserta melantunkan kidung-kidung pengiring pemujaan.
Kidung yang pertama dipakai adalah Asmorondono bowo Dandanggulo, setelah itu dilanjutkan dengan kidung Kinanti. Jika tirtha telah selesai dimohonkan, selanjutnya adalah melakukan sembah bhakti.
Jika sudah, ritual kembali dilanjutkan dengan melakukan kramaning sembah sambil memercikkan tirtha wangsuhpada. Setelah mendapatkan tirtha wangsuhpada, barulah melakukan pengucapan mantra panca sembah secara bersama-sama yang dipimpin oleh Romo Mangku.
Teks MantraPanca Sembah
Teks Mantra Panca Sembah yang benar ini sudah disesuaikan dengan doa secara umum dan nasional. Mantra Panca Sembah ini sudah diklarifikasi oleh Pinandita Pura Satya Loka Arcana yaitu Mangku Ida Bagus Nyoman Adnyana. Disamping itu juga merujuk beberapa sumber di Institusi PHDI Pusat atau Daerah.
Sembah Pertama :
Tanpa Bunga (Puyung/Tangan Kosong).
Om atma tatwatma suddha mam svaha
Sembah Kedua :
Dengan Bunga (Sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya)
Om Adityasya param jyoti, Rakta teja namostute sveta pangkaja mandyastha bhaskara ya nama stute
Om pranamya bhaskara devam, Sarva klesa vinasanam pranamya ditya sivartham, bhukti buktivaram pradam
Om rang ring sah parama siva dityaya nama namah svaha
Sembah Ketiga :
Dengan Bunga (Sang Hyang Widhi sebagai Ista Dewata)
Om namo devaya adhistanaya sarva vyapi vai sivaya padmasana eka pratisthaya ardhanareswaryai namo namah Swaha
Om brahma visnu isvara deva jivatmanam trilokanam, sarva roga vinurssitam sarva roga vinasanam sarva vighna vinasanam vighna desa vinasanam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Bacaan-Mantra-Panca-Sembah-yang-Benar-Beserta-Urutannya.jpg)