UPDATE Dugaan Kasus Korupsi Replanting di Bengkulu Utara, Jaksa Masih Lengkapi Bukti Kerugian Negara

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika menegaskan pihaknya terus melengkapi berkas dalam kasus dugaan korupsi replanting.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika menegaskan pihaknya terus melengkapi berkas dalam kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara.


Terbaru, kata Pandoe, pihaknya sudah menyerahkan berkas ke auditor untuk penghitungan kerugian negara.


Namun, dalam berkas tersebut, ada beberapa hal yang masih harus dilengkapi, sehingga pihaknya kembali mengirimkan penyidik ke lapangan untuk melengkapi data.


"Kita lengkapi, kekurangan data. Ada penyidik yang ke lapangan untuk memenuhi semua kekurangan itu," kata Pandoe kepada TribunBengkulu.com, Selasa (7/6/2022).


Sementara, untuk kemungkinan tersangka, Pandoe belum bisa membeberkannya. Menurut dia, tersangka nantinya akan tergantung ke hasil penyidikan.

Baca juga: Jaksa Tegaskan Ada Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Replanting Sawit di Bengkulu Utara

Baca juga: Hari Pertama Kerja, Kasus Dugaan Replanting Sawit Jadi Atensi Kajati Bengkulu


Replanting sawit ini adalah program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dengan anggaran pengajuan 2019-2020 sebesar Rp 150 miliar.


Setidaknya, ada 29 kelompok tani yang masuk dalam program replanting ini. Setiap kelompok memiliki anggota kurang lebih 100 orang.


Kejati Bengkulu kemudian menemukan adanya penerima yang tidak sesuai peruntukan.


Ada juga pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penerimaan.


Salah satu indikasinya, lanjut Pandoe, adalah adanya lahan yang di lapangan bukanlah kebun sawit, namun dimasukkan dalam program replanting.


Pihak Kejati Bengkulu sendiri sudah menyita Rp 13 miliar dari kasus ini.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved