Jelang Idul Adha, Harga Daging dan Daya Beli di Kepahiang Justru Turun, Dampak Wabah PMK

Menjelang hari raya Idul Adha nanti, penjualan daging sapi di Pasar Kepahiang, Kepahiang alami penurunan, Pada Sabtu (2/7/2022)

Panji/Tribunbengkulu.com
Harga daging sapi dan daya beli masyarakat jelang Idul Adha di Kepahiang turun. Salah satu kios daging milik di Pasar Kepahiang, Kepahiang, pada Sabtu (2/7/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Menjelang hari raya Idul Adha nanti, penjualan daging sapi di Pasar Kepahiang, alami penurunan, pada Sabtu (2/7/2022). 


Hal ini dipengaruhi oleh wabah dari virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda Kabupaten Kepahiang beberapa minggu lalu. 

Berita Bengkulu : Gubernur Rohidin Pastikan Akses Jalan yang Rusak Akibat Banjir di Bengkulu Segera Diperbaiki


Dari pantauan Tribunbengkulu.com, di pasar Kepahiang hanya 3 kios daging sapi yang buka hingga 14.00 WIB, untuk 2 kios lain tutup lantaran sepi pembeli. 


Salah seorang pedang daging sapi, Agus (36) mengatakan, adanya penurunan harga jual daging. 


"Kemarin-kemarin harga 1 kilogram daging sapi Rp 140.00, sekarang turun Rp 130.000, hal ini karena pembeli sepi," ujarnya. 


Tak hanya daging sapi yang mengalami penurunan, untuk harga tulang turun Rp 60.000 per Kilogram, sebelumnya harga tulang sempat menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram. 


Selain itu, ia juga memiliki perternakan sapi ini mengalami kerugian jelang Idul Adha, lantaran hewan ternak yang telah dipesan dibatalkan akibat wabah PMK. 

Berita Bengkulu : BREAKING NEWS: Curiga Anaknya Tidak Pulang, Petani Kopi di Kepahiang Ditemukan Tewas di Dalam Pondok


"Jauh-jauh hari kemarin orang sudah ada yang pesan untuk hewan dengan harga Rp 15 juta - 16 juta, tapi dibatalkan karena PMK," ucapnya. 


Ia meminta kepada pihak pemerintah untuk menyediakan formalin, agar nanti ia bisa membersihkan kandang ternak dan luka-luka pada hewan ternak. 


Sementara itu, Deden Irawan (42) yang juga penjual daging, menjelaskan ia masih menjual harga standar yakni Rp 140.000/ kilogram. 


"Harga yang saya jual masih standar di harga Rp 140.000, cuman sepi pembeli saja harga yang lain masih normal saya jual," tuturnya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved