Sabtu, 25 April 2026

Nelayan di Kota Bengkulu Bakal Dapat Bantuan dari KKP RI

Nelayan di Kota Bengkulu tahun 2023 bakal mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Kepala DKP Kota Bengkulu, Tarzan Naidi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (19/8/2022) menjelaskan tahun depan nelayan di Kota Bengkulu akan mendapatkan alokasi bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Nelayan di Kota Bengkulu tahun 2023 bakal mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Tarzan Naidi menjelaskan untuk mendapatkan bantuan, para nelayan diminta untuk terdaftar sebagai nelayan di Kota Bengkulu. Yang dibuktikan dengan kartu nelayan.

"Tahun ini ditunda karena Covid-19, yang data 2021 bergeser ke 2022, InsyaAllah kalau yang program kampung nelayan maju dan kampung nelayan budidaya tahun depan ada, " kata Tarzan.

Baca juga: Kasus TB Bukan Aib, Segera Laporkan Bila Ada Indikasi

Ia menjelaskan ada dua kelompok nelayan yang akan mendapatkan bantuan ini, berupa 4 unit sepeda motor, pakan ikan, dan waring.

Bantuan diberikan untuk nelayan di Lempuing dan Teluk Sepang.

"Bantuannya biasanya kendaraan roda dua, kalau untuk budidaya, pakan, dan waring, ada kendaraan sekitar 2 unit. Sekarang itu bantuan barang langsung, " jelasnya.

Baca juga: Polisi Masih Dalami Penyebab dan Kronologi Truk yang Terjun Ke Sungai di Rejang Lebong

Berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat untuk bantuan yang diberikan ini berupa barang bukan anggaran.

Selain bantuan yang bersumber dari APBN, pihaknya juga merancang bantuan untuk nelayan dari APBD.

"Itu kartu sangat berguna, kalau di kementerian, bantuan segala macam kalau gak ada itu maka gak bisa di kasih. Termasuk asuransi. Bantuan kementerian itu mengacu dengan data di kartu tadi, " jelasnya.

Baca juga: Fakta Baru Ibu-ibu di Bengkulu Selatan Buat Laporan Palsu, Sempat Beli Emas Palsu Untuk Tipu Suami

Sementara itu, pihaknya masih ada nelayan di Kota Bengkulu yang belum memiliki kartu.

Baik di Kampung Nelayan Maju di Teluk Sepang, maupun di Kampung budidaya di Kelurahan Lempuing.

"Kalau yang Kusuka, ada 2300-an pemegang kartu. Kalau data kami nelayan itu sekitar 2000-an, rumah tangga nelayan. Kalau dia dua nelayan dalam satu KK ya jadi sekitar 4000-an, " jelasnya.

Baca juga: Penuh Risiko, Ternyata Begini Kerja Tim Pelestarian Harimau Sumatera

Pihaknya masih kesulitan untuk menemui nelayan yang belum punya kartu kusuka ini.

Untuk itu, pihaknya terus ambil. Langkah persuasif. Melalui penyuluh, dan pegawai untuk ke lapangan untuk jemput bola.

"Kadang-kadang, meskipun kita jemput bola masih susah ketemu. Dia kan sering ke laut. Ini gratis, kita yang daftarin, kerjasama dengan BNI nanti itu sekaligus untuk ATM, " tutup Tarzan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved