Sabtu, 25 April 2026

Penuh Risiko, Ternyata Begini Kerja Tim Pelestarian Harimau Sumatera

Kerja sebagai anggota tim pelestarian harimau sumatera ternyata memang memiliki resiko yang cukup tinggi. Bahkan beberapa waktu yang lalu, tepatnya pa

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Ho TribunBengkulu.com
Tim Pelestarian Harimau Sumatera penuh dengan resiko. Tampak patroli pelestarian harimau sumatera yang dilaksanakan oleh tim dari Lingkar Inisiatif di wilayah hutan TNKS beberapa waktu yang lalu. 

 

Baik aktivitas ilegal logging ataupun perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh oknum masyarakat.

 

Pada proses ini selain mencatat, apabila mendapati oknum masyarakat yang memang terbukti bersalah, maka bisa saja akan langsung ditangkap dan di proses hukum apabila jelas terbukti melakukan kesalahan.

 

"Ini juga sebenarnya kadang beresiko, apalagi kalau rombongan oknum yang melakukan perambahan hutan ini ramai dan membawa senjata. Makanya harus bisa-bisa petugas juga bagaimana cara menegur agar tidak melakukan aktivitas perambahan lagi," ujar Hari.

 

Tim pelestarian harimau sumatera ini biasanya juga akan turun langsung jika mendapati adanya konflik harimau dengan masyarakat.

 

Namun untuk kerja yang dilakukan pada saat sudah turun langsung menangani konflik, biasnya ada 2 cara.

 

Pertama dengan cara diusir dengan menggunakan bunyi-bunyian yang kuat seperti meriam bambu, karbit atau mercon.

 

Namun jika tidak cukup, maka terpaksa tim akan memasang kerangkeng  untuk menangkap harimau yang mengalami konflik ke masyarakat.

 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved