Sabtu, 25 April 2026

Penuh Risiko, Ternyata Begini Kerja Tim Pelestarian Harimau Sumatera

Kerja sebagai anggota tim pelestarian harimau sumatera ternyata memang memiliki resiko yang cukup tinggi. Bahkan beberapa waktu yang lalu, tepatnya pa

Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Ho TribunBengkulu.com
Tim Pelestarian Harimau Sumatera penuh dengan resiko. Tampak patroli pelestarian harimau sumatera yang dilaksanakan oleh tim dari Lingkar Inisiatif di wilayah hutan TNKS beberapa waktu yang lalu. 

"Kalau saat tertangkap dia (harimau) sakit, biasanya akan dibawa ke BKSDA Bengkulu, karena disana ada dokter hewan. Jika tidak maka kemungkinan besar akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi di Lampung ataupun Sumbar," kata Hari.

 

Sebelum berangkat untuk berpatroli, biasnya tim akan menentukan jumlah orang yang akan berangkat ke hutan.

 

Biasanya dalam satu tim jumlahnya berkisar antara 4 sampai 5 orang. Namun ada juga lebih dari itu, walaupun sengat jarang .

 

Sedangkan untuk lamanya berpatroli biasanya akan ditentukan dengan luas dan Medan lokasi yang akan disisir.

 

Pada umumnya berkisar antara 5 sampai 7 hari dalam satu kali patroli, walaupun terkadang ada juga yang lebih dari 10 hari.

 

Dalam satu bulan biasanya tim bisa sampai 2 kali melakukan patroli di dalam hutan, dengan titik penjemputan yang telah ditentukan sebelum keberangkatan.

 

"Biasanya sekitar jam 8 pagi, kita sudah mulai start bergerak menyisir hutan, dan  baru akan off sekitar jam 3 sore, langsung buat camp. Karena pada sore hari sampa pagi lagi itu biasanya jam makan satwa pemangsa daging," ujar Hari.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved