Oknum Guru Jadi Mucikari, Wahono : Sangat Memalukan Dunia Pendidikan, Harus Dihukum Berat

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Wahono turut prihatin atas kasus oknum guru sekolah dasar (SD) yang terlibat perdagangan anak di bawah u

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Ketua Komisi II DPRD Rejang Lebong, Wahono saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, terkait kasus oknum guru SD yang menjadi mucikari, di ruang rapat paripurna, pada Rabu (21/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Wahono turut prihatin atas kasus oknum guru sekolah dasar (SD) yang terlibat perdagangan anak di bawah umur. 


Sebelumnya, SA (54) warga Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, diamankan oleh polisi, karena tertangkap tangan saat menjalani usaha prostitusi anak dibawah umur. 


Menurut Wahono, sebagai seorang guru tidak sepatutnya melakukan hal seperti itu, ia juga meminta guru-guru di Kabupaten Rejang Lebong lebih memperhatikan lebih anak didiknya. 


"Sangat memalukan kejadian ini bagi kabupaten Rejang Lebong dan mencederai dunia pendidikan, terlebih lagi beberapa waktu lalu juga Kabupaten Rejang Lebong mendapatkan penghargaan Pertama Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA," ujarnya saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Rabu (21/9/2022) sore. 


Ia juga meminta proses hukum untuk oknum guru SD tetap harus berjalan dan transparan. Ia juga meminta dalam proses hukum untuk tidak ada yang ditutupi. 


Korban Tak Hanya Satu Orang


Satuan Bakti Pekerja Sosial (SP) Kementrian Sosial (Kemensos) RI Wilayah Rejang Lebong, Diana Ekawati melakukan pendampingan terhadap korban eksploitasi anak di bawah umur. 


Sebelumnya, polisi mengamankan satu orang oknum guru sekolah dasar (SD) berinisial SA (54) warga Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong


Ternyata dalam kasus ini yang menjadi korban eksploitasi anak di bawah umur bukan hanya satu orang yang masih berusia 12 tahun. 

Halaman
1234
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved