Antrean BBM di SPBU Bengkulu

Antre BBM di Bengkulu, Warga Palembang Aneh Mobilnya Berbahan Bakar Bensin Terdata Pengguna Solar

Rizal yang sudah antre selama 1 jam lebih untuk mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite, terpaksa harus pulang tanpa mendapat Pertalite sedikitpun.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Rizal warga Pelembang yang sudah antre Pertalite 1 jam lebih, pada Kamis (29/9/20220 harus pulang tanpa mendapat Pertalite sedikitpun. Pasalnya saat input nomor plat kendaraan, mobilnya terdaftar sebagai pengguna Biosolar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Permasalahan kembali muncul akibat penerapan pembelian BBM bersubsidi di Bengkulu yang menggunakan input nomor plat kendaraan atau QR Code.

Salah satunya seperti dialami Rizal, salah satu warga Palembang yang bekerja di Kota Bengkulu.

Rizal yang sudah antre selama 1 jam lebih untuk mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite, terpaksa harus pulang tanpa mendapat Pertalite sedikitpun.

Baca juga: SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu Pilih Tutup Sementara Layani Pengisian Solar Subsidi, Apa Penyebabnya?

Pasalnya saat melakukan input nomor plat kendaraan, mobilnya terdaftar sebagai pengguna BBM bersubsidi jenis solar.

"Saya mau isi BBM Pertalite, kemudian setelah diperiksa STNK kemudian di entri plat nomor saya, disitu keterangannya saya ini terbaca pengguna biosolar," kata Rizal.

Padahal di dalam keterangan STNK mobil yang ia kendarai jelas bahwa mobil tersebut adalah kendaraan yang menggunakan jenis bahan bakar bensin.

Baca juga: Sopir Truk Menangis Akui Tabrak Ayah dan Anak karena Mengantuk: Sudah Dua Kali Kecelakaan Tewas

Bahkan karena penasaran, apakah ada kesalahan pada STNK yang ia miliki, Rizal sampai memeriksa kembali kesesuaian antara STNK dan plat mobilnya.

Ternyata tidak ada perbedaan nomor plat kendaraan antara yang terpasang di mobil, dan yang tercatat di STNK.

"Ini kan mobil saya di STNK sudah sesuai dan di STNK jelas tertulis bensin, saya fikir bisa langsung. Ternyata dari pihak SPBU bilang karena ini sudah tersistem, harus diubah dulu, nggak bisa dipaksain katanya," ujar Rizal.

Akibat kejadian ini, Rizal sendiri sudah mengadukan permasalahannya tersebut kepada pihak manajemen SPBU.

Baca juga: Teror Pencurian 6 Trafo di Bengkulu jadi Misteri, Warga Keluhkan Listrik Mati Hingga Usaha Terganggu

Selanjutnya pihak SPBU mengarahkan Rizal untuk pergi ke kantor pelayanan Pertamina, untuk memverifikasi keterangan sudah terdata.

"Diproses dulu, diubah data dan itu tidak bisa dalam waktu cepat," ungkap Rizal.

Akibat kejadian ini Rizal mengaku sangat kecewa, karena dirinya sudah lebih dari 1 jam mengantre Pertalite, namun tidak mendapatkan Pertalite sedikitpun.

Untuk sementara ada kemungkinan Rizal terpaksa mengisi mobilnya dengan eceran terlebih dahulu.

Baca juga: Pelaku Pembakar Remaja di Bengkulu Selatan, Polisi: Tak Alami Gangguan Jiwa

Sementara itu, Rizal juga mengaku bingung, apakah ada kendaraan yang mengisi BBM dengan plat kendaraan yang sama dengan mobilnya.

Pasalnya kejadian adanya kesamaan nomor plat kendaraan dengan jenis mobil yang berbeda ini, sudah pernah ditemukan di Bengkulu.

"Nggak tau juga saya, bingung juga. ini sistemnya yang salah atau bagaimana nggak paham saya," kata Rizal.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved