Selasa, 14 April 2026

Antrean BBM di SPBU Bengkulu

Mobil Mewah di Kepahiang Ikut Antre Solar Subsidi di SPBU

Kendaraan truk pengangkut dan mobil mewah tergabung dalam satu antrean untuk mengisi bBBM subsidi jenis solar.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Mobil Pribadi Jenis Innova Reborn mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Bio Solar di SPBU Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, Kepahiang, pada Rabu (5/10/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pengendara mobil mewah seperti Innova Reborn ditemukanikut mengantre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, Kepahiang, pada Rabu (5/10/2022) siang.

Dari pantauan Tribunbengkulu.com, antrean panjang itu terjadi di sejumlah SPBU di Kabuapten Kepahiang.

Kendaraan truk pengangkut dan mobil mewah tergabung dalam satu antrean untuk mengisi bBBM subsidi jenis solar.

Baca juga: Siang Kasus Aborsi Mahasiswi Bengkulu: Pasangan Suami Istri Ini Didakwa Pembunuhan Berencana

"Iya sekarang ngisi bio solar. Dulu isi pertamina dex karena udah naik, ya balik ke solar lagi. Karena harganya jauh berbeda," tutur Afrizal (50) saat sedang antre di SPBU Desa Kelobak, pada Rabu (5/10/2022).

Ia mengaku, sudah menggunakan aplikasi MyPertamina untuk mengisi bahan bakar.

Menurutnya dengan adanya MyPertamina jauh lebih praktis saat mengisi bahan bakar.

Baca juga: Viral! Ditilang Polisi, Remaja di Lebong Kesurupan Macan Putih

Sementara itu, Pemilik usaha angkutan Umum antar kota dan antar provinsi (AKAP) dan Pariwisata Kepahiang, Mahes Andrion (34) mengaku cukup terkendala jika satu antrean dengan mobil pribadi saat mengisi BBM.

"Cukup terkendala sih kalau satu antrean dengan mobil pribadi, karena kendaraan saya ini untuk mengangkut penumpang antar kota dan provinsi, kadang memakan waktu. Kami sopir ini, tidak bisa berhenti lama karena harus jalan terus," ungkapnya.

Meskipun sudah menggunakan MyPertamina untuk mengisi bahan bakar, ia masih terkendala saat pengisian BBM.

Menurutnya, sejak menggunakan MyPertamina ia harus mengisi sehari satu kali.

Namun kendaraan bus yang dimilikinya ini banyak mengkonsumsi bahan bakar subsidi jenis bio solar, karena terus berjalan.

"Kalau habis bahan bakar kami terpaksa harus menunggu supaya mendapatkan giliran untuk mengisi. Tidak boleh nginap kalau habis bahan bakar," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Bengkulu Selatan Ditemukan Tewas Membusuk di Pondok Kebun Sawit

Menanggapi hal tersebut, Nanang selaku pengawas SPBU Desa Kelobak menjelaskan, untuk persoalan antrean yang masih panjang itu karena banyak yang mengisi bahan bakar dari beberapa Kabupaten di SPBU Desa Kelobak.

Selain itu, untuk SPBU Desa Kelobak setiap hari stok bahan bakar minyak di sana masih terpenuhi sebanyak 16 ton.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved