Obat Sirup dan Kasus Ginjal Akut Anak

Dinkes Provinsi Bengkulu Imbau Dokter Tak Beri Resep Obat Sirup

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni meminta untuk para dokter menghentikan sementara, memberikan resep sirup untuk pasiennya.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni meminta untuk para dokter menghentikan sementara, memberikan resep sirup untuk pasiennya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni meminta untuk para dokter menghentikan sementara, memberikan resep sirup untuk pasien. 

Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari, Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak, diteken oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa lalu (18/10). 

"Kita terhadap surat edaran itu, dihentikan sementara untuk diresepkan. Sambil menunggu petunjuk lebih lanjut. Kemudian, memerintah dokter kita, untuk sementara ini tidak meresepkan obat sirup itu, " kata Herwan, Jumat (21/10/2022). 

Baca juga: BREAKING NEWS: Balita Usia 4 Tahun di Lebong Bengkulu Suspek Gagal Ginjal Akut

Menindak lanjuti surat edaran dari Kemenkes RI itu, maka pihaknya menghentikan sementara penggunaan obat sirup khususnya untuk anak yang diduga bisa picu gagal ginjal akut pada akut.

"Senin ini (23/10/2022) kita akan melakukan sosialisasi di zoom kabupaten kota. Agar menyamakan persepsi atas penanganan heboh sirup paracetamol ini, " jelas Herwan.

Sementara itu, hingga saat ini di Provinsi Bengkulu belum ditemukan kasus gagal ginjal pada balita, yang disebabkan oleh sirup tersebut.

Baca juga: Obat Sirup Mengandung EG dan DEG Melebihi Ambang Batas Masih Beredar di Bengkulu, Cek Daftarnya!

Namun, sudah ada laporan suspek balita usai 4 tahun di kabupaten Lebong. 

Tim penyelidikan epidemiologi Dinkes Provinsi Bengkulu sudah diterjunkan ke RSUD Lebong, untuk menyelidiki laporan suspek tersebut. 

"Kita melibatkan semua pihak terkait, ada BPOM, organisasi profesi IDI, IDAI, karena ini kan banyak profesi yang terlibat, " tutup Herwan. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved