Kamis, 16 April 2026

Warga Mukomuko Kesulitan LPG 3 KG, Disperindag Imbau Pangkalan Data Pembeli Pakai KTP

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan para agen Elpiji, sampai saat ini tidak ada pengurangan pasokan gas elpiji 3 Kg ke Mukomuko.

Penulis: Seno Agritinus Malvin | Editor: Hendrik Budiman
S. Agri M/TribunBengkulu.com
Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Mukomuko, Nurdiana merespon informasi saat ini warga di Kecamatan Penarik kesulitan mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg 

TRIBUNBENGKULU, MUKOMUKO - Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Mukomuko, Nurdiana merespon informasi saat ini warga di Kecamatan Penarik kesulitan mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan para agen Elpiji, sampai saat ini tidak ada pengurangan pasokan gas elpiji 3 Kg ke Mukomuko.

Masih normal seperti biasa, yakni sekitar 2.500 tabung per agen dalam sehari.

Ia menduga, kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini akibat kebutuhan terhadap gas meningkat, sementara pasokan yang disuplai ke daerah masih tetap.

Baca juga: Warga Penarik Mukomuko Bengkulu Mengeluh Kesulitan Cari Elpiji 3 Kg, Harga Berpotensi Meroket

Biasa Satgas minyak di Bengkulu menaikkan secara vakultatif persediaan gas ke Mukomuko.

Akan tetapi belum ada kenaikkan vakultatif jumlah gas yg disalurkan. Di Provinsi ada Tim Satgas minyak yang mengatur stock gas dan BBM di Provinsi Bengkulu," ujar Nurdiana dalam keterangan tertulisnya merespon konfirmasi dari media ini, Minggu (16/4/2023).

"Biasanya, secara otomatis kalo lebaran ini satgas akan menambah stock, yapi saat ini belom ada penambahan," sambungnya.

Dengan kondisi gas elpiji sangat dibutuhkan seperti sekarang ini, ia menyarankan kepada agen agar meminta kartu tanda penduduk (KTP) pembeli sebelum menjual gas elpiji 3 Kg.

Tujuannya agar gas elpiji 3 Kg dijual kepada warga yang tepat.

"Gas elpiji 3 Kg ini kan bersubsidi. Gas ini diperuntukan bagi keluarga dengan ekonomi lemah. Kalau keluarga mampu, pakai gas non subsidi. Makanya agen itu minta KTP pembeli," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama Widi warga Sidodadi Kecamatan Penarik, mengaku kesulitan mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg dalam dua hari terakhir.

Ia khawatir kondisi dapat mengakibatkan naiknya harga gas 3 Kg secara signifikan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved