Senin, 13 April 2026

Program PEN Pasca-Covid 19 Melalui Dana Desa di Seluma Bengkulu Gagal, Banyak Ternak Mati

Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) meminta desa mengalokasikan anggaran melalui dana desa (DD) sebesar 20 persen.

|
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Yunike Karolina
Yayan Hartono/TribunBengkulu.com
Inilah kolam terpal untuk ternak lele di Desa Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, program ketahanan pangan berkelanjutan yang gagal dan tidak lagi dilanjutkan di 2023. 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascaCovid 19, pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) meminta desa mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa (DD) sebesar 20 persen.

Anggaran ini digunakan untuk kegiatan usaha masyarakat, sehingga dampak ekonomi akibat Covid-19 dapat segera pulih. 

Di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, mayoritas desa menggunakan anggaran ini untuk usaha peternakan.

Seperti ternak lele kolam terpal dan pengembang biakan unggas dan ayam. Hanya saja program ini dinilai gagal dilaksanakan oleh desa, baik ternak lele, unggas maupun ayam.

Banyak dari ternak tersebut mati, sehingga manfaat dari program ini tidak dirasakan oleh masyarakat.

Di antaranya enam desa di Kecamatan Seluma Barat yang melaksanakan kegiatan ternak ikan lele, semua gagal.

Enam desa tersebut yakni Desa Talang Tinggi, Lunjuk, Pagar Agung, Lubuk Lagan, Tanjung Agung dan Sengkuang Jaya. Saat ini tinggal menyisakan kolam terpal yang mulai menjadi tempat sarang nyamuk.

Kepala Desa Talang Tinggi, Zanili yang berhasil ditemui mengatakan tidak melanjutkan lagi program ketahanan pangan budidaya ikan lele di tahun 2023 ini. Dengan alasan program yang dilaksanakan tahun 2022 lalu ini gagal.

Padahal sesuai petunjuk, pihaknya telah mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa sebesar 20 persen atau Rp 135 Juta. Namun dianggap gagal karena hasil panen tidak berimbang atau jauh di bawah modal, sehingga terkesan merugi.

"Tahun ini program ini tidak kami lanjutkan lagi. Silahkan masyarakat mengolah sendiri kolam yang masih ada itu secara swadaya ataupun sendiri," terang Zanili.

Gagalnya program ketahanan pangan program pemulihan ekonomi nasional pasca covid 19 di enam desa Kecamatan Seluma Barat ini juga dibenarkan oleh Camat Seluma Barat Poniman.

Poniman mengatakan program ternak ikan lele 6 desa di Kecamatan Seluma Barat memang telah gagal dan tidak akan dilanjutkan lagi di tahun 2023 ini.

Ggagalnya program ini disebabkan gagal paham yang terjadi di kelompok. Pemahaman kelompok bahwa ikan ini untuk dijual, padahal tidak. Program ternak lele ini untuk dikonsumsi sendiri sebagai upaya perbaikan gizi mencegah terjadinya stunting.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved