Waspada Penipuan! Begini Peran dan Modus Pelaku Saat Hipnotis Warga di Bengkulu
Waspada Penipuan! Begini Peran dan Modus Pelaku Saat Hipnotis Warga di Bengkulu
Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
"Untuk IW berperan sebagai bos, untuk pelaku JH berperan sebagi sopir, dan EA merupakan otak, atau orang yang menawarkan batu merah delima kepada korban," ungkap Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Aris Sulistyono.
Modusnya pelaku EA awalnya menanyakan alamat kantor tempat menjual batu merah delima kepada korban yang sedang sendirian, seraya menunjukkan batu merah delima palsu yang dibawa pelaku EA.
Dari percakapan korban dengan pelaku, pelaku menawarkan kepada korban sebuah batu merah delima yang disebutkan pelaku EA memiliki harga miliaran rupiah.
Kemudian untuk meyakinkan korban, pelaku lainnya IW dan JH, menghampiri keduanya.
Pelaku IW bersikap seolah-olah ingin membeli batu merah delima yang ditawarkan pelaku EA kepada korban sebelumnya.
Selanjutnya dalam percakapan tersebut, pelaku JH menyarankan kepada korban agar korban menjual saja mobil miliknya.
Sehingga nantinya korban bisa membeli batu merah delima tersebut, dan bisa kembali dijual kembali dengan harga miliaran.
Atas bujukan tersebut, korban kemudian terbujuk oleh ajakan kedua pelaku, dan langsung pergi ke salah satu showroom yang ada di Kelurahan Kebun Tebeng Bengkulu.
Saat itu korban menjual mobil miliknya seharga Rp 108 juta kepada showroom tersebut, setelah itu langsung kembali lagi menemui pelaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Penangkapan-pelaku-hipnotis-di-polresta-Bengkulu.jpg)