Guru di Pilangwetan Demak Dibacok Murid

Fathkur Guru MA Yasua Pilangwetan Dibacok Murid, Alami Luka di Leher dan Lengan-Dilarikan ke RS

Guru MA Yasua Pilangwetan Demak Dibacok Murid, Alami Luka di Leher dan Lengan Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa/Kolase
Kolase Fakthur Guru MA yang Dibacok. Fathkur Guru MA Yasua Pilangwetan Dibacok Murid, Alami Luka di Leher dan Lengan-Dilarikan ke RS 

TRIBUNBENGKULU.COM - Fathkur guru MA Yasua Pilangwetan Demak yang dibacok murid mengalami luka di leher dan lengan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Diketahui, guru bernama Fathkur yang bertugas mengawasi PTS pada Senin (25/9/2023) tiba-tiba menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh salah seorang siswa

Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Pelaku, seorang siswa kelas XII dengan inisial R, dengan tega membacok gurunya sendiri.

Baca juga: Kronologi Guru MA Yasua Pilangwetan Demak Dibacok Murid yang Tak Terima Nilai Tengah Semester Jelek

Dampak dari tindakan keji ini, guru Fathkur mengalami luka serius dan harus segera dilarikan ke RSWN Semarang.

Korban menderita luka di bagian leher sebelah kanan dan lengan sebelah kiri.

Setelah melakukan tindakan kekerasan, pelaku segera membuang barang bukti di dalam kelas dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kronologi Kejadian

Kronologi seorang guru MA Yasua Pilangwetan Demak dibacok murid yang tak terima nilai tengah semester jelek.

Guru bernama Fathkur tersebut dibacok muridnya, Senin (25/9/2023) sekitar pukl 09.30 WIB.

Fathkur dibacok muridnya berinisial R, saat sedang mengawasi penilaian tengah semester (PTS).

Akibat insiden ini, Fathkur mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit di Semarang.

Informasi yang diterima, pembacokan dilakukan R, siswa kelas 12.

R tak terima mendapat nilai tengah semester jelek.

Baca juga: Motif Aksi Preman Jarah Pedagang di Pasar Kutabumi, Diduga Sengaja Ingin Usir Pedagang

Setelah membacok sang guru, R membuang barang bukti di kelas dan melarikan diri mengendarai sepeda motor.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Demak AKP Winardi membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, ada aksi pembacokan," kata Winardi, Senin.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya masih mengejar pelaku.

"Saat ini kami masih melakukan pengejaran kepada pelaku karena tersangka masih melarikan diri," ucapanya.

Menurut Winardi, R emosi setelah menerima hasil nilai tengah semesternya jelek.

"Ketika pembagian nilai semester, (pelaku) tidak terima nilainya jelek," jelasnya.

Saat ini, Satreskrim Polres Demak masih melakukan proses pengejaran kepada pelaku.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved