Guru di Pilangwetan Demak Dibacok Murid

Siswa MA yang Bacok Guru Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Rela Berjualan Nasi Goreng Tiap Malam

MAR siswa Madrasah Aliyah (MA) yang tega membacok guru ternyata kesehariannya bantu keluarga jualan nasi goreng setiap malam.

|
Penulis: Yuni Astuti | Editor: Kartika Aditia
Kolase TribunBengkulu.com dan TribunJateng.com
Kolase foto MAR dan Guru Fatkhur. Siswa MA yang Bacok Guru Ternyata Tulang Punggung Keluarga Rela Berjualan Nasi Goreng Tiap Malam 

TRIBUNBENGKULU.COM - MAR siswa Madrasah Aliyah (MA) yang tega membacok guru ternyata kesehariannya bantu keluarga jualan nasi goreng setiap malam.

Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas serta tugas di Sekolah, MAR ternyata rajin membantu temannya berjualan nasi goreng untuk keluarganya.

Namun sayangnya, kini MAR harus berhadapan dengan polisi atas apa yang telah dilakukannya itu.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Winardi mengatakan jika pelaku merupakan tulang punggung keluarga dan rajin berjualan nasi goreng setiap malam.

"Pelaku dalam kesehariannya pada malam hari membantu keluarga berjualan nasi goreng, membantu tenaga," ujarnya dilansir dari TribunJateng.com, Rabu (27/9/2023).

Saat ini pelaku mengaku merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya.

"Bersangkutan merasa bersalah," kata ungkapnya.

Di sisi lain Kasatreskirm Polres Demak menegaskan saat melakukan pembacokan pelaku sadar dan tidak terpengaruh oleh alkohol.

Baca juga: Polisi Cari Proyektil Peluru yang Melesat ke Luar Kamar Usai Kena Dada Brigpol Setyo Herlambang

"Tidak ada, masih dalam keadaan sadar," tegasnya.

MAR diamankan oleh pihak kepolisian usai dirinya berada di wilayah Grobogan.

Berbeda dengan kesehariannya di rumah, MAR justru bermalas malasan ketika di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala MA Yasua, Masrukin, menurutnya MAR meruopakan siswa yang pendiam dan sering membolos.

"Anaknya memang pendiam tapi juga sering membolos sekolah," kata Masrukin.

Motif Siswa MA di Demak Nekat Bacok Guru

Motif siswa berinisial AR siswa Madrasah Aliyah (MA) di Demak yang nekat bacok guru diduga karena tidak puas dengan hasil nilai yang diterimanya.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved