Kesehatan Mental Mahasiswa Dan Perguruan Tinggi di Indonesia: Kampus Bisa Apa?
Pada tahun-tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan serangkaian peristiwa tragis yang melibatkan mahasiswa perguruan tinggi, khususnya di kota-kota
TRIBUNBENGKULU.COM - Pada tahun-tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan serangkaian peristiwa tragis yang melibatkan mahasiswa perguruan tinggi, khususnya di kota-kota besar seperti Yogyakarta.
Salah satu contoh yang paling memilukan adalah kematian seorang mahasiswi baru yang melompat dari lantai 4 asrama tempat tinggalnya.
Kejadian serupa juga terjadi ketika seorang mahasiswa meninggal karena bunuh diri di kamar kosnya.
Dugaan bahwa mereka mengalami masalah kesehatan mental menjadi sorotan utama dalam kasus-kasus seperti ini.
Tak hanya itu, beberapa kasus serupa juga terjadi di perguruan tinggi di kota-kota lain dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Ketika peristiwa-peristiwa sedemikian berulang dan menghantui dunia pendidikan tinggi di Indonesia, saatnya bagi kita untuk memahami secara mendalam mengapa kesehatan mental mahasiswa menjadi masalah yang mendesak.
Mengutip tulisan saudara Andri di harian Rakyat Kaltara (17 Mei 2023), disebutkan bahwa dalam penelitian "The WHO Surveys International College Student Project: Prevalence and Distribution of Mental Disorders" tahun 2018, yang melibatkan sembilan belas perguruan tinggi di delapan negara, disimpulkan bahwa 35 persen dari mahasiswa mengalami setidaknya satu gangguan mental.
Seperti kecemasan, gangguan mood, atau gangguan zat, sepanjang hidup mereka, dan 31,4 % melaporkan mengalami gangguan tersebut dalam tahun terakhir.
Di Indonesia, data dari laporan Riskesdas tahun 2018 juga mengungkapkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami masalah kesehatan mental emosional, sementara lebih dari 12 juta penduduk di kelompok usia yang sama mengalami gejala depresi.
Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat masalah kesehatan mental di Indonesia sangat tinggi, terutama di kalangan remaja.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh fluktuasi emosi yang signifikan pada kelompok usia ini, serta kemampuan yang masih terbatas dalam menangani konflik dan stres.
Penelitian juga menyoroti tantangan serius dalam hal kesehatan mental yang dihadapi oleh mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan kecemasan dan depresi.
Analisis Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa
1. Tingkat Stres yang Tinggi
Tingkat stres yang tinggi adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia.
Mahasiswa sering mengalami tekanan akademik yang besar, dengan tuntutan untuk mencapai hasil yang tinggi dalam ujian dan tugas-tugas yang menumpuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kesehatan-Mental-Mahasiswa-Dan-Perguruan-Tinggi-di-Indonesia-Kampus-Bisa-Apa.jpg)