Selasa, 14 April 2026

Sejarah Islam

Sejarah Islam: Ketika Ali bin Abi Thalib Dianggap Lebih Pantas Dari Abu Bakar ash Shiddiq

Ketika Nabi Muhammad SAW wafat pada tahun 632 M, salah satu sahabat dekatnya, Abu Bakar ash Shiddiq menjadi Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam

Creative Commons
Lukisan dari manuskrip "Rawdat al-safa", menggambarkan Ali dan Aisha yang memimpin pertempuran dalam sejarah Islam. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Ketika Nabi Muhammad SAW wafat pada tahun 632 M, salah satu sahabat dekatnya, Abu Bakar ash Shiddiq menjadi Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam.

Abu Bakar ash Shiddiq nantinya akan memerintah sebagai Khalifah Islam pertama dari tahun 632 hingga 634 M.

Namun, perihal penerus Nabi Muhammad SAW ini menjadi masalah bagi sebagian orang.

Sebagian orang menilai, Ali bin Abi Thalib lebih pantas menjadi Khalifah Islam pertama. Orang-orang ini yang kemudian dikenal sebagai Muslim Syiah.

Mereka mendasarkan argumen mereka pada fakta bahwa sebelum kematiannya, Nabi telah mengumumkan bahwa siapa pun yang mengangkatnya sebagai mawla, akan merasakan hal yang sama terhadap Ali (ini dikenal sebagai Peristiwa Ghadir Khum).

Akan tetapi, kata mawla merupakan kata yang polisemi, dengan arti yang bervariasi dari teman hingga pemimpin.

Baca juga: Sejarah Islam: Kisah Ali bin Abi Thalib yang Dianggap Pewaris Sah Nabi Muhammad

Ambiguitas yang melekat ini menyebabkan mayoritas muslim, yang kemudian disebut Muslim Sunni, menyatakan bahwa Nabi tidak secara eksplisit mengumumkan ahli waris.

Karena itu mereka menyatakan dukungannya terhadap mawla atau sahabat Abu Bakar ash Shiddiq.

Abu Bakar, yang kemudian ditetapkan sebagai Khalifah Islam pertama, mulai memperkuat kekuasaannya atas Arabia yang kemudian dikenal sebagai perang Ridda (632-633 M).

Abu Bakar ash Shiddiq kemudian memulai memperluas wilayah hingga ke Suriah dan Irak. Namun ia meninggal karena sebab alamiah sebelum tindakan lebih lanjut dapat dilakukan.

Stempel kaligrafi yang menampilkan nama Khalifah Ali, dipajang di Hagia Sophia. Ali adalah khalifah keempat dalam sejarah Islam.
Stempel kaligrafi yang menampilkan nama Khalifah Ali, dipajang di Hagia Sophia. Ali adalah khalifah keempat dalam sejarah Islam. (Wikimedia Commons)

Setelah kematiannya, pendukung terbesarnya, Umar bin Khattab (memerintah 634-644 M), sahabat dekat Nabi lainnya dan seorang yang sangat disiplin, melanjutkan perjuangan Abu Bakar ash Shiddiq.

Sementara Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai penasihatnya. Ali sama sekali tidak pernah merasa lebih pantas sebagai Khalifah Islam seperti yang diinginkan kelompok Syiah.

Ali bin Abi Thalib berbagi pujian yang sama dengan Umar bin Khattab dalam banyak reformasinya yang terkenal.

Misalnya proyek pembangunan, hukum dan ketertiban, dan lain-lain. Umar, setelah menjabat dengan gemilang selama satu dekade, dibunuh pada tahun 644 M.

Setelahnya, Umar bin Khattab digantikan oleh sahabat Nabi Muhammad yang lain, yaitu Utsman bin Affan.

Baca juga: Kesultanan Utsmaniyah, Kekhalifahan Islam Terakhir dalam Sejarah Islam

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved