Selasa, 21 April 2026

Sejarah Islam

Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah Islam Pertama dalam Sejarah Islam

Abu Bakar Ash Shiddiq adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam.

Creative Commons
Kaligrafi Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam. 

Dukungan penuh dan tulus Abu Bakar kepada Nabi membuatnya mendapat julukan Siddiq (dapat dipercaya).

Namun, bahkan kekayaan dan reputasi Abu Bakar pun tidak bisa menyelamatkan Muhammad dan sekelompok kecil pengikutnya dari kekejaman orang-orang Mekah, dan Abu Bakr sendiri juga tidak kebal terhadap kekejaman tersebut.

Meski demikian, ia tidak mundur dari keyakinannya terhadap Nabi Muhammad.

Bahkan ia disebut-sebut telah membayar kebebasan beberapa budak yang telah masuk Islam, seperti seorang warga Etiopia bernama Bilal.

Kematian paman Nabi yang berpengaruh, Abu Thalib, pada tahun 619 M menyebabkan sekelompok kecil umat Islam menjadi lebih rentan dibandingkan sebelumnya.

Pada momen penting ini (622 M), undangan datang dari Yatsrib, yang saat ini dikenal dengan nama Madinah.

Undangan dari Yatsrib itu meminta agar Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah ke Yatsrib, dan Nabi ditawari jabatan raja di kota itu.

Baca juga: Sejarah Islam: Ketika Ali bin Abi Thalib Dianggap Lebih Pantas Dari Abu Bakar ash Shiddiq

Kaum Muslim dengan senang hati menurutinya, mereka bermigrasi secara berkelompok ke kota itu, namun Abu Bakar tetap tinggal bersama temannya menggantikan Nabi Muhammad menghadapi orang-orang Mekah Quraisy, dengan risiko terbunuh.

Namun keduanya berhasil selamat, dan meninggalkan Mekah bersama dengan orang-orang Mekah dalam pengejaran.

Mereka berlindung di sebuah gua di sebuah gunung bernama Jabal Thaur (Gunung Banteng), di mana mereka mampu menghindari orang-orang Mekah, yang kemudian menyerah dan mundur.

Sesampainya di Madinah, Abu Bakar terus mendukung Muhammad dan menjadi salah satu penasihatnya dalam urusan kenegaraan.

Ia juga ikut serta dalam pertempuran besar dengan penduduk Mekkah seperti Badar (624 M) dan Uhud (625 M).

Abu Bakar juga mengikat putrinya Aisha (613-678 M) dengan Nabi dalam pernikahan untuk mempererat afiliasinya dengan Nabi Muhammad SAW, seperti yang biasa terjadi pada zaman itu, sehingga ia juga menjadi mertua Nabi Muhammad SAW.

Dia juga memimpin salat berjamaah di Masjid an-Nabwi (Masjid Nabi) pada hari-hari terakhir Nabi, ketika Nabi Muhammad SAW sedang sakit.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved