Pemilu 2024
Trending X, Jumlah Suara Real Count Form Hasil TPS dengan Website KPU Berbeda
Trending di platform media sosial X topik Real Count, sejumlah warganet mengunggah video rekap form hasil TPS yang tidak sesuai dengan website KPU.
TRIBUNBENGKULU.COM - Trending di platform media sosial X topik Real Count, sejumlah warganet mengunggah video rekap form hasil TPS yang tidak sesuai dengan website KPU.
Seperti video yang diunggah akun @MrKrissss** yang menampilkan perolehan suara pasanga calon (paslon) form hasil TPS atau form C1 yang disebut berada di TPS54, Cakung, Pulogebang, Jakarta Timur.
Pada video tersebut, dinarasikan bahwa paslon 01 Anies-Muhaimin memperoleh suara 108, sedangkan paslon 02 Prabowo-Gibran memperoleh 74 suara, kemudian paslon 03 Ganjar-Mahfud memperoleh 16 suara.
Sementara, di website KPU pemilu2024.kpu.go.id, perolehan suara di TPS yang sama ternyata berbeda.
Terlihat, perolehan paslon 01 Anies-Muhaimin sama seperti di form C1 dari TPS, namun pada perolehan suara paslon 02 ternyata berbeda jauh.
Jika di form C1 yang ditampilkan sebelumnya memperoleh 74 suara, di website KPU tercatat mendapatkan 748 suara.
Baca juga: Hasil Hitung Suara KPU Pilpres 2024 Kamis 15 Februari, Prabowo-Gibran Unggul 56,11 Persen
Sontak, unggahan tersebut mendapatkan sorotan dari warganet dan komentar yang beragama.
Unggahan tersebut telah mendapatkan 1 juta tayangan, 5.781 posting ulang, 424 kutipan dan 13 ribu suka.
"Ini udah video kecurangan kesekian dah wkwk capek TAPI HARUS KITA LAWAN J***nk," tulis akun @princeofkwang**.
"Lah elah, ketauan deh akal-akalannya! Mana mungkin sih hasil asli sama real count beda jauh? Kecuali udah pada kena cuan dari yang punya hajat, yekan?" akun @malbolome*** menambahkan.
"Pantes menang," akun @yongkyputr** ikut mengomentari.
Terpantau juga, unggahan serupa juga dibagikan warganet yang lain dan tersebar luas di berbagai media sosial.
Video lain seperti diunggah akun @AbdulRachimm** menunjukkan foto form C1 di TPS 060 di Margahayu Utara, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pada form C1 itu terlihat, perolehan suara paslon 02 Prabowo-Gibran adalah 107, paslon 03 Ganjar-Mahfud 59 suara, paslon 01 Anies-Mahfud 53 suara.
Sementara di website KPU, perolehan suara Anies-Muhaimin berubah menjadi 52 suara, Prabowo-Gibran 804, sedangkan Ganjar-Mahfud menjadi 84 suara.
Unggahan ini telah ditayangkan lebih dari 3,8 juta tayangan dan 12 ribu posting ulang, 925 kutip dengan 28 ribu suka.
Unggahan tersebut juga menjadi sorotan warganet dan tidak sedikit yang mempertanyakan hasil real count KPU.
"Buset, gak main-main ya curangnya??" tulis akun @24hourhap***.
"Wah, suara di C1 107 nih. Input 804. Gila banget nih web KPU real count, tapi real hoax!" akun @malbolomel*** ikut menambahkan.
Terpantau, hingga pukul 16.00 WIB, topik "Real Count" menjagi trending topik X dengan 152 tweets dan masih terus bertambah.
Data TPS Bengkulu Berbeda di Web KPU
Kontroversial penghitungan suara pemilihan presiden (Pilpres) di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menjadi sorotan.
Hal itu karena ada perbedaan data dibeberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dimana data hasil perhitungan yang ditampikan di web pemilu2024.kpu.go.id berbeda dengan data manual pada Form C hasilnya.
Hal ini ternyata juga terjadi salah satu TPS yang ada di Rejang Lebong, perbedaan data itu ditemukan di TPS 04 Kelurahan Dwi Tunggal Kecamatan Curup.
Dimana hasil rekapitulasi suaranya untuk pasangan calon nomer urut 1 Anies-Cak Imin sebanyak 45 suara, pasangan calon nomer urut 2 Prabowo-Gibran sebanyak 607 suara dan Ganjar-Mahfud sebanyak 9 suara.
Padahal, dari Form C Hasil di TPS tersebut perolehannya ialah pasangan calon nomer urut 1 Anies-Cak Imin sebanyak 55 suara, pasangan calon nomer urut 2 Prabowo-Gibran sebanyak 103 suara dan Ganjar-Mahfud sebanyak 9 suara.
Baca juga: Syarat Pilpres 2024 Satu Putaran, Pasangan Capres dan Cawapres Harus Penuhi 3 Point Penting Ini!
Kesalahan Aplikasi
Ketua KPU Rejang Lebong, Ujang Maman mengatakan, perbedaan data itu kemungkinan disebabkan ketidakakuratan teknologi membaca data yang berasal dari foto dokumen formulir.
Adapun dalam prosesnya,foto dokumen form C itu diupload ke aplikasi.
Oleh karena itu nantinya akan ada pembetulan hasil pembacaan data terhadap foto formulir C1.
Pembetulan data itu akan dilakukan di depan para saksi dan Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dalam forum rapat rekapitulasi PPK.
"Nanti akan ada pembetulan sesuai datanya, dalam rapat rekapitulasi tingkat kecamatan,"ucap Ujang.
Ujang Maman meminta masyarakat untuk menunggu hasil proses rekapitulasi secara berjenjang.
Dia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi suara resminya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersikap dewasa dalam menyikapi hasil Pemilihan Umum 2024 ini.
Masyarakat diminta selalu kondusif dan tertib. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dan tak perlu terpecah belah nantinya.
"Mari kita tunggu hasil resmi rekapitulasinya,"singkat Ujang.
(*)
Dapatkan informasi lainnya di Google News Tribun Bengkulu.
Ikuti saluran WhatsApp TribunBengkulu.com.
| Nasib Lima Komisioner KPU Bengkulu Tengah, Sidang DKPP Putuskan Terbukti Melanggar Kode Etik |
|
|---|
| Suhandi dan Samsul Aswajar Pimpinan Sementara DPRD Seluma Periode 2024-2029 |
|
|---|
| 30 DPRD Rejang Lebong Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Berikut Daftar Namanya |
|
|---|
| KPU Bengkulu Tengah Tetapkan DPRD Terpilih Periode 2024-2029, PPP Raih 4 Kursi |
|
|---|
| Bawaslu Desak Penetapan DPRD Bengkulu Tengah Terpilih Periode 2024-2029 Sebelum 27 Agustus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Trending-X-form-hasil-dan-website-KPU-berbeda-Data-TPS-Bengkulu-Berbeda-di-Web-KPU.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.