Senin, 27 April 2026

Viral Ada Oknum Mualaf Melakukan Penipuan Bantuan, Ini Kata MUI Rejang Lebong

MUI Rejang Lebong masih menelusuri kebenaran informasi. Termasuk keberadaan masjid dan nama oknum mualaf yang termuat dalam informasi tersebut.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
Ketua Umum MUI Kabupaten Rejang Lebong Dr H Muhammad Abu Dzar. MUI Rejang Lebong masih menelusuri kebenaran informasi ada oknum mualaf melakukan penipuan bantuan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Beredar informasi berantai adanya oknum mengaku sebagai mualaf melakukan penipuan di Rejang Lebong.

Modusnya oknum mualaf ini meminta-minta bantuan kepada umat muslim saat bulan Suci Ramadan.

Meskipun informasi ini telah menyebar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rejang Lebong belum bisa memastikan kebenarannya. Apakah hal itu benar terjadi di Kabupaten Rejang Lebong atau bukan.

"Info itu berantai, infonya memang ada tapi kita belum bisa pastikan kebenarannya, masih dicari," kata Ketua Umum MUI Kabupaten Rejang Lebong Dr H Muhammad Abu Dzar.

MUI Rejang Lebong masih menelusuri kebenaran informasi. Termasuk keberadaan masjid dan nama oknum yang termuat dalam informasi tersebut.

Ketua MUI Muhammad Abu Dzar mengimbau, jika sekiranya ada mualaf yang datang dan meminta bantuan sebaiknya dipastikan dahulu.

Terutama dengan yang meminta bantuan-bantuan berupa uang tunai. Karena menurutnya kasus seperti ini sangat kerap terjadi.

"Harus dicek dan ricek kembali, Kasus serupa sering terjadi, semisal ingin bersedekah maka bersedekahlah ke tempat-tempat yang tepat," lanjut Abu.

Abu menyebut, pembangunan Mualaf Center dinilai penting. Karena saat ini di Kabupaten Rejang Lebong saja sudah terdata lebih dari 40 orang yang mualaf dan masuk agama Islam.

"Mualaf Center ini diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat yang mau pindah dan masuk agama Islam,"sampai Abu Dzar.

Abu Dzar mengaku, masih banyak mualaf lainnya yang belum terdata di Rejang Lebong. Para mualaf itu juga kebanyakan belum terjamah pembinaan tentang syariat Islam.

Seperti membaca Al-Quran, tata cara salat dan sebagainya. Untuk itulah, pembangunan Mualaf Center dinilai penting sebagai wadah pembinaan.

"Bahkan masih ada yang ingin masuk Islam lagi, jadi mereka akan ada pembinaan baik itu membaca Al-Qur'an, sholat dan sebagainya," lanjut Abur Dzar.

Tak hanya itu saja, Mualaf Center ini nantinya akan menjadi satu pintu kepengurusan. Yakni membantu proses administrasi ke KUA dan administrasi keperdataan lainnya bagi para mualaf.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved