Kamis, 30 April 2026

Kasus DBD di Bengkulu

DBD di Bengkulu Capai 1.537 Kasus dan 2.462 Kasus Suspek, Kamar 'BOR' RSMY Penuh

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat ada 1.537 orang terkena DBD dengan 7 kasus kematian, dan 2.462 pasien suspek.

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
RSMY Bengkulu. Plt Direktur RSMY Bengkulu Widyawati menerangkan, saat ini BOR atau tingkat keterisian tempat tidur penuh. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2024 di Provinsi Bengkulu termasuk tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat ada 1.537 orang terkena DBD dengan 7 kasus kematian, dan 2.462 pasien suspek.

Dari 1.537 kasus DBD, 7 di antaranya berakibat fatal hingga menyebabkan kematian terhadap pasien.

Plt Direktur RSMY Bengkulu, dr. Widyawati, Sp.PD,FINASIM menerangkan, saat ini RSMY Bengkulu tengah merawat 8 pasien DBD.

Diakuinya, saat ini memang BOR (Bed Occupation Rate, tingkat keterisian tempat tidur/persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu) penuh.

Hal ini dikarenakan RSMY merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu.

Sehingga bagi pasien yang tidak dapat ditangani di rumah sakit lain, dirujuk ke RSMY. Akan tetapi semua pasien bukan hanya dari pasien DBD saja.

"Kasus DBD hari ini (Jumat/17 Mei 2024) ada 8. Untuk masalah ruangan (penuh, red), karena RSUD dr M Yunus rujukan tertinggi. Tentunya rerata rujukan ditujukan ke M Yunus untuk kasus-kasus yang tidak bisa difasilitasi oleh RS lain. Dan ini (DBD, red) salah satu yang menyebabkan ruangan saat ini jadi full," beber Widyawati, Jumat (17/5/2024).

Meski BOR kamardi RSMY Bengkulu penuh, namun terang Widyawati, tidak ada antrean pasien di IGD, karena diantisipasi dengan kamar lain untuk ruang perawatan.

Kasus DBD di Bengkulu

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Redhwan Arif menyebutkan, jumlah kasus DBD paling banyak terjadi pada Maret 2024, dengan 481 kasus.

"Untuk jumlah paling banyak kasus di Maret ini, ada 481 kasus. Sekarang kasus Alhamdulilah sudah turun, minggu ke 18 atau di awal Mei 2024 ini," kata Redhwan, Jumat (17/5/2024).

Ia menjelaskan untuk Januari 2024 ada 319 kasus DBD dengan 1 kasus meninggal, Februari ada 412 kasus DBD dengan 3 pasien meninggal.

Pada bulan Maret ada 481 kasus DBD dengan 3 kasus meninggal. Lalu April ada 325 kasus DBD.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved