Kamis, 16 April 2026

Oknum Guru Ngaji Dilaporkan Asusila

Modus Oknum Guru Ngaji di Bengkulu Diduga Berbuat Asusila ke Murid, Iming-imingi Uang

Modus oknum guru ngaji di Bengkulu berinisial JW diduga berbuat asusila terhadap 7 muridnya, ternyata dengan cara diiming-imingi uang.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Orangtua korban dugaan kasus asusila dengan terlapor oknum guru ngaji datang ke Polresta Bengkulu, Senin (20/5/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Modus oknum guru ngaji di Bengkulu berinisial JW diduga berbuat asusila terhadap 7 muridnya, ternyata dengan cara diiming-imingi uang.

Diceritakan korban, saat yang lain sedang sibuk mengaji, salah satu korban akan dipanggil ke dalam kamar yang ada di rumah terlapor.

Selanjutnya di dalam kamar itulah terlapor berbuat hal tak senonoh ke korban. Korban diminta untuk memegang bagian sensitif terlapor.

Terlapor membujuk korbannya dengan cara memberi sejumlah uang agar mau mengikuti kemauannya. Juga supaya korban tidak mengadu kepada orangtuanya.

"Setelah didesak anak-anak mengaku bahwa mereka diiming-imingi dengan uang untuk jajan," ungkap Ru yang merupakan kakek salah satu korban saat mendatangi Polresta Bengkulu Senin (20/5/2024).

Selain itu diduga juga ada ancaman yang dialami oleh para korban yang menjadi korban asusila.

Pasalnya para anak-anak yang menjadi korban dugaan asusila tersebut, sempat tidak berani untuk menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya.

"Kita tidak bisa juga menanyai mereka terlalu dalam karena tampaknya mereka ini takut. Nanti menangis kalau kita paksakan," kata Ru.

Baca juga: Awal Mula Kasus Dugaan Asusila yang Menyeret Oknum Guru Ngaji di Bengkulu Terbongkar

Awal Mula Kasus Terbongkar

Awal mula terbongkarnya dugaan perbuatan asusila yang dilakukan oknum guru ngaji di Bengkulu berinisial JW.

Berawal saat salah satu anak yang mengaji di tempat terlapor, menyampaikan kepada orangtuanya bahwa dirinya tidak mau lagi mengaji di tempat terlapor.

Sang anak awalnya tidak mau memberi alasan kenapa dirinya tidak mau lagi mengaji di tempat terlapor.

Korban bahkan mengaku kepada orangtuanya kalau dirinya tetap ingin mengaji namun jika dipindahkan ke tempat ngaji lain.

Karena curiga, orangtua sang anak kemudian terus mendesak agar anak mengungkapkan alasan enggan mengaji lagi di tempat terlapor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved