Minggu, 26 April 2026

Kisah Nyata

Kisah Nyata Amazing Grace, Salah Satu Programer Wanita Modern Pertama di Dunia

Grace Hopper atau dikenal dengan amazing Grace adalah salah satu pelopor di balik komputer elektromekanis pertama.

TribunBengkulu.com/Bettman
Grace Hopper atau dikenal dengan amazing Grace adalah salah satu pelopor di balik komputer elektromekanis pertama. 

Grace Hopper menjalani pelatihan selama 60 hari di Sekolah Midshipmen untuk Wanita di Smith College di Northampton, Massachusetts pada bulan Desember 1943.

Sekarang sebagai letnan kelas junior, Hopper dikirim ke Harvard setelah para pejabat mengakui kemampuan matematikanya sebagai alat yang dapat mereka gunakan dalam pertarungan melawan kekuatan Poros.

Ia ditugaskan ke Biro Proyek Komputasi Kapal, Hopper melapor kepada fisikawan Howard Aiken yang telah mengembangkan komputer elektromekanis MARK I.

Mesin ini dirancang untuk membuat perhitungan matematis dan diprogram menggunakan loop pita kertas berlubang yang diterjemahkan menjadi perintah.

Baca juga: Kisah Nyata Menyedihkan Penuh Tragedi di Balik Dongeng Anak Hansel dan Gretel

Angkatan Laut ingin menggunakan komputer tersebut untuk menghitung tabel penembakan, yang berisi data yang dibutuhkan militer untuk menembakkan senjata balistik secara akurat.

Aiken memberi Grace Hopper sebuah buku kode dan meminta dia menggunakannya untuk mempelajari cara memprogram komputer dalam waktu seminggu — meskipun dia adalah seorang ahli matematika dan bukan seorang programmer.

Hebatnya, Hopper tidak hanya menguasai MARK I tetapi menyempurnakannya agar lebih efisien.

Karena setiap program komputer ditulis dari awal yang memerlukan banyak waktu, Hopper menggunakan buku catatan untuk menuliskan potongan kode yang dapat digunakan kembali bila diperlukan. Dia menyebut potongan kode ini sebagai “subrutin”.

Grace Hopper tidak hanya membuat komputer lebih intuitif untuk digunakan tetapi juga lebih mampu menghitung tabel pengaktifan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.

Angkatan Laut telah mempekerjakan 100 wanita dengan kalkulator di laboratorium penelitian untuk menghitung tabel penembakan sampai program Hopper memungkinkan angkatan laut untuk meninggalkan upaya lambat ini dan memilih MARK I.

Pekerjaan Hopper yang tiada henti, bahkan ketika perang terjadi — dan malah menjadi semakin canggih. (**)

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved