Minggu, 12 April 2026

Polwan Bakar Suami di Mojokerto

Kronologi dan Penyebab Polwan Briptu FN Bakar Suaminya Briptu RDW di Asrama Polisi Polres Mojokerto

Akibat peristiwa itu, Briptu RDW mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan masih dirawat di rumah sakit.

|
Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Ilustrasi Oknum Polwan (kiri) dan Asrama Polisi di Mojokerto (kanan). Kronologi dan Penyebab Polwan Briptu FN Bakar Suaminya Briptu RDW di Asrama Polisi Polres Mojokerto 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kronologi lengkap dan penyebab Polwan berinisial Briptu FN membakar suaminya Briptu RDW di Kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto, Sabtu (8/6/2024).

RDW (27) mengalami luka bakar yang cukup parah setelah dibakar Briptu FN (28).

Kini RDW sedang dirawat di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Pelaku Briptu FN sudah ditangkap dan sedang dalam pemeriksaan.

"Untuk (motif) pelaku masih kita dalami dan kita juga lakukan pemeriksaan bersama Ditreskrimum dan Bid Propam Polda Jatim," kata Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri Polres Mojokerto Kota, Sabtu (8/6/2024) malam.

Baca juga: Tampang Terduga Provokator Pengeroyokan Bos Rental Dikira Maling Mobil Hingga Tewas di Sukolilo

Petugas juga masih menyelidiki penyebab serta kronologi pembakaran.

Namun, dari keterangan awal yang didapatkan, peristiwa itu dipicu konflik rumah tangga.

"Untuk kronologi awal masih kita lakukan pemeriksaan. Yang penting (untuk diketahui), ini adalah konflik dalam keluarga dan kebetulan adalah keduanya anggota Polri," kata Daniel.

Kronologi Kejadian

Polwan Briptu FN (28), nekat membakar suaminya sendiri yang juga polisi, Briptu RDW (29), di Asrama Polres Mojokerto, Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Akibat peristiwa itu, Briptu RDW mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan masih dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan kronologi yang dirilis Polisi, pada Sabtu (8/6/2024) pukul 09.00 WIB pagi, Briptu FN mengecek saldo ATM milik suaminya dan mendapati gaji ke-13 sejumlah Rp 2,8 juta tinggal tersisa Rp 800 ribu.

Setelah itu ia menghubungi suaminya untuk mengonfirmasi dan meminta korban segera pulang.

Sebelum pulang, FN membeli bensin terlebih dahulu dan memasukkannya ke botol air mineral.

Sesampainya di rumah, botol berisi bensin itu diletakkan di atas lemari di teras rumahnya.
FN juga sempat mengancam RDW dengan mengirim foto bensin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved