Mahasiswi Kedokteran Spesialis Tewas
Curhatan Aulia Risma Lestari Mahasiswi Dokter Spesialis Undip Sebelum Tewas, Cape Hadapi Senior
Curhatan Aulia Risma Lestari, mahasiswi Dokter Spesialis Undip sebelum tewas di kamar kosnya.
Menariknya, baru-baru ini beredar beban kerja mahasiswi PPDS Undip yang dinilai terlalu berat.
"Di samping urusan bullying, saya cukup sering dapat masukan bahwa beban kerja PPDS anestesi terlalu berat, sebagai berikut:
1. Jam kerja " normal " tanpa giliran jaga adalah: 18 jam/hari. Masuk jam 6 pagi, pulang jam 12 malam. Kalau bisa pulang jam 11 malam artinya pulang cepat. Tidak jarang harus pulang jam 2 atau 3 pagi. Hari berikutnya sudah harus standby lagi jam 6 pagi di RS. Ini berlangsung terus menerus selama masa studi-5 tahun.
2. Jika dapat giliran jaga, maka jaga minimal 24 jam dan dapat prolonged hingga 5-6 hari tidak bisa pulang dari RS. Dikarenakan sering kali PPDS harus melanjutkan operasi yg terus sambung menyambung melebihi giliran jaganya.
3. Jumlah operasi di RS Kariadi sangat tinggi, bisa 120 pasien/hari. Sedangkan, semua beban kerja bius pasien dilakukan oleh PPDS. DPJP sbg penanggung jawab hanya menerima laporan.
4. Lamanya jam kerja yg terus menerus ini tidak pernah dianggap tidak wajar selam ini.
5. Jumlah operasi di RS Kariadi sangat tinggi, bisa 120 pasien/hari. Sedangkan, semua beban kerja bius pasien dilakukan oleh PPDS. DPJP sbg penanggung jawab hanya menerima laporan.
6. Lamanya jam kerja yg terus menerus ini tidak pernah dianggap tidak wajar, selama ini bahkan dianggap sebagai" keunggulan "NDIP dibandingkan univ lainnya, di mana residen dianggap bisa dapat kesempatan praktik lebih luas.
"Mohon izin memberi masukan & memohon arahan Bapak agar bisa dilakukan:
a. audit menyeluruh, utk mencegah terjadinya korban PPDS lainnya;
b. menambah jumlah dokter anestesi dan memastikan mereka benar2 turun tangan menangani pasien, agar beban kerja bius pasien tidak hanya ditanggung PPDS dan menjaga keselamatan pasien juga," tulis akun @MurtadhaOne1, dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (15/8/24).
Mahasiswi Dokter Spesialis Undip Tewas
Mahasiswi program dokter spesialis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) diduga akhiri hidup dengan menyuntikan obat penenang ke tubuh sendiri.
Seperti diketahui, seorang wanita berinisial R, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ditemukan tewas di kamar kosnya, Senin (12/8/2024) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
R ditemukan meninggal di kamar kos yang berlokasi di Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Diketahui, R merupakan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RS Dr Kariadi, Semarang.
Curhatan Aulia Risma
Aulia Risma Lestari
Mahasiswi Dokter Spesialis Undip
Program Studi Anestesi Undip
UNDIP
| Alasan 3 Tersangka Kasus Bullying PPDS Undip Semarang Tidak Ditahan, Padahal Korban Tewas |
|
|---|
| Profil Zara, Dokter Senior Undip Jadi Tersangka Kasus Kematian Dokter Aulia, Sering Maki Korban |
|
|---|
| Peran 3 Dokter Tersangka Pemerasan Almarhumah Dokter PPDS Undip Aulia Risma Lestari, Minta Uang BOP |
|
|---|
| Terkuak Peran 3 Tersangka Bully Aulia Risma Dokter PPDS Undip Berujung Tewas di Kamar Kos |
|
|---|
| Kampus Sempat Bantah Bullying Kasus Aulia Risma PPDS, Kini Dosen dan Mahasiswi Undip Jadi Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Curhatan-Aulia-Risma-Lestari-Mahasiswi-Dokter-Spesialis-Undip-Sebelum-Tewas-Capek-Hadapi-Senior.jpg)