Jumat, 10 April 2026

Berita Viral

Penyebab Tupperware Bangkrut Setelah 78 Tahun Beroperasi, Ternyata Ada 3 Masalah 

Penyebab tupperware bangkrut setelah 78 tahun beroperasi, kini tengah jadi sorotan publik.

Editor: Rita Lismini
Freepik
Ilustrasi foto tupperware. Penyebab Tupperware Bangkrut Setelah 78 Tahun Beroperasi, Ternyata Ada 3 Masalah 

TRIBUNBENGKULU.COM - Penyebab tupperware bangkrut setelah 78 tahun beroperasi, kini tengah jadi sorotan publik. 

Tupperware tentu tak asing lagi di kalangan masyarakat, khususnya para emak-emak. 

Produk satu ini bahkan bisa dibilang selalu menjadi kebanggan bagi mereka. 

Namun sayangnya, baru-baru ini ramai kabar bahwa tupperware mengalami kebangkrutan. 

Tak sedikit yang merasa penasaran, apa sebenarnya penyebab tupperware bisa bangkrut. 

Sebab, selama ini produk produsen kontainer makanan asal Amerika Serikat (AS) tersebut memiliki tinggi peminat.

Dalam menanggapi banyaknya simpang siur terkait kabar tupperware bangkrut, Kepala Eksekutif Tupperware, Laurie Goldman turut membeberkan penyebabnya. 

Laurie Goldman mengatakan, produsen wadah plastik tersebut mengalami kerugian karena penurunan penjualan.

Permintaan pasar terhadap wadah makan warna-warni juga semakin menurun, meskipun sempat meningkat saat pandemi.

Selain itu, lonjakan biaya tenaga kerja, pengiriman, dan bahan baku seperti resin plastik pasca-pandemi juga telah menekan bisnisnya. 

"Selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan telah sangat terpengaruh oleh lingkungan ekonomi makro yang menantang," ungkap Goldman seperti dilansir Kompas.com. 

Perusahaan tersebut telah berupaya membalikkan keadaan bisnisnya selama bertahun-tahun setelah melaporkan penurunan penjualan selama beberapa kuartal.

Pada April 2023, perusahaan tersebut telah mengungkapkan dalam pengajuan pengaturan untuk kemungkinan kebangkrutan. 

Di tahun tersebut, Tupperware juga pernah mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat mendanai lagi operasinya kecuali menemukan lebih banyak keuntungan.

Lalu pada 2024, Tupperware menutup satu-satunya pabrik di South Carolina, AS yang mengakibatkan 148 orang terpaksa mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved