Kamis, 14 Mei 2026

Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin

SOSOK dan Reaksi Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, Kampus jadi Pabrik Uang Palsu

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menjadi sorotan publik usai kampus yang ia pimpin menjadi lokasi pencetakan uang palsu.

Tayang:
Kolase TribunBengkulu.com
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menjadi sorotan publik usai kampus yang ia pimpin menjadi lokasi pencetakan uang palsu. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menjadi sorotan publik usai kampus yang ia pimpin menjadi lokasi pencetakan uang palsu.

Dalam pembongkaran praktik percetakan uang palsu, Polisi menemukan tindakan kriminal di Perspustakaan Syekh Yusuf, UIN Alauddin.

Pelakunya melibatkan pegawai kampus UIN Alauddin Makassar itu sendiri.

Prof Hamdan Juhannis, tak ingin berspekulasi soal uang palsu di UIN Alauddin.

Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

"Maaf, saya belum bisa menyampaikan (informasi) apa-apa, karena belum ada penyampaian resmi dari polisi ke kampus," kata Prof Hamdan.

Menurut Hamdan, jika terbukti melakukan tindak kriminal maka sanksi akademik yang tegas akan diambil.

Baca juga: UIN Alauddin Makassar Jadi Pabrik Uang Palsu, Oknum Pegawai Diamankan Polisi

Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar menggegerkan publik usai disebut menjadi pabrik uang palsu. Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis (Kanan)
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar menggegerkan publik usai disebut menjadi pabrik uang palsu. Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis (Kanan) (Kolase TribunBengkulu.com)

"Kami tegaskan bahwa pelaku yang ditangkap adalah murni oknum," katanya.

Apalagi informasi yang menyebar di media hanyalah desas-desus. 

Polisi belum mengeluarkan pernyataan detail kasus ini.

Begitupula tak ada penyampaian resmi dari polisi ke pihak kampus. 

"Pihak kampus menunggu penyampaian resmi polisi dan bila terjadi pelanggaran hukum, kami akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang bersangkutan," ujarnya.

Sepak terjang

Prof Hamdan Juhannis kembali mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. 

Ia kembali menjadi rektor UIN Alauddin Makassar periode 2023-2027.

Prof Hamdan Juhannis telah resmi dilantik oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Jumat (11/8/2023). 

Di sela pelantikan, Menteri Yaqut mengingatkan rektor UIN menjalankan kebijakan dengan standar prioritas.

Yaqut ingin para rektor PTKIN saling berbagi informasi dan inovasi.

"Saya mengingatkan kepada para pejabat tinggi dan para rektor pada PTKIN, tentukan kebijakan berdasarkan prioritas, perbanyak ngobrol dengan unit lain dan jangan merasa bangga dengan prestasi sendiri," kata Menag Yaqut.

"Bukan saatnya jabatan ini menjauhkan satu diantara kita, justru jihad kita menyatukan langkah demi masa depan Kementerian Agama dan bangsa Indonesia," sambungnya.

Berikut profil singkat Prof Hamdan Juhannis 

Pelantikan Prof Hamdan Juhannis hari ini merupakan periode kedua ia menjabat sebagai rektor UIN Alauddin Makassar

Sebelumnya, ia juga terpilih menjadi rektor UIN Alauddin Makassar periode 2019-2023.

Kala itu, Prof Hamdan Juhannis dilantik Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Shaifuddin di Jakarta, Selasa (23/7/2019). 

Hari ini, ia kembali dilantik menjadi rektor UIN Alauddin Makassar oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Ia dilantik di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Jumat (11/8/2023). 

Biodata singkat Prof Hamdan Juhannis

Prof Hamdan Juhannis merupakan Guru besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. 

Ia lahir pada 31 Desember 1970. 

Rektor UIN Alauddin dua periode ini memulai karier dosen sejak tahun 1996.

Tak hanya sebagai dosen, Prof Hamdan Juhannis juga merupakan seorang penulis.

Salah satu karyanya berjudul Melawan Takdir.

Buku Melawan Takdir sempat viral saat itu, karena difilmkan dengan judul yang sama di tahun 2018. 

Guru Besar UIN Alauddin Makassar Sindir Rektor

Kasus ini menyita perhatian publik termasuk dari Guru Besar UIN Alauddin, Prof Qasim Mathar.

Prof Qasim Mathar menyebut apabila ada hal buruk terjadi di dalam satu rumah, maka itu menandakan kepala rumah tidak melaksanakan fungsi kontrol internal.

"Kontrol internal yang tidak dilakukan, baru tersingkap ketika ada kejadian yang melahirkan berita besar," ujar Prof Qasim Mathar, Sabtu (14/12/2024).

Apalagi seseorang pemimpin akan dikenang dengan peristiwa-peristiwa besar di zamannya, yang baik dan buruk.

Namun biasanya, peristiwa besar yang buruk walau lebih sedikit, bisa membuat lupa mengenang peristiwa besar yang baik walau lebih banyak.

"Di situlah ketidakadilan sejarah. Lebih tegasnya seperti peribahasa nila setitik merusak susu sebelanga. Hendaknya senantiasa diingat saat seseorang menjadi pemimpin," ujar Prof Qasim Mathar.


Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved