Sabtu, 11 April 2026

Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin

Harta Kekayaan Annar Sampetoding Pengusaha Tambang dan Kayu, Disebut Terlibat Sindikat Uang Palsu

Pengusaha Annar Salahuddin Sampetoding sedang menjadi sorotan publik, usai disebut sebagai investor dan aktor utama dalam kasus sindikat uang palsu.

Kolase TribunBengkulu.com
Nama pengusaha Annar Salahuddin Sampetoding sedang menjadi sorotan publik, usai disebut sebagai investor dan aktor utama dalam kasus sindikat uang palsu. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nama pengusaha Annar Salahuddin Sampetoding sedang menjadi sorotan publik, usai disebut sebagai investor dan aktor utama dalam kasus sindikat uang palsu.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut lantaran pihak kepolisian menggeledah rumahnya yang sempat dijadikan tempat pabrik uang palsu di Jl Sunu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Padahal, harta kekayaan yang dimiliki Annar Salahuddin Sampetoding telah diturunkan dari kakeknya hingga ke anaknya.

Sampetoding sendiri merupakan fam pengusaha empat generasi.  

Sampetoding adalah salah satu family dari Toraja. 

Usaha ini dimulai dari Jacob Sampetoding yang merupakan kakek Annar Sampetoding. 

Ia adalah pemilik PT Perto yakni perusahaan tambang nikel yang sekarang menjadi PT Aneka Tambang Tbk.

Baca juga: SOSOK Annar Salahuddin Sampetoding, Diduga Aktor Utama Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Aneka Tambang atau biasa disingkat menjadi Antam, adalah bagian dari MIND ID yang terutama bergerak di bidang pertambangan nikel, bauksit, dan emas.

Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini juga memiliki 15 butik emas yang terletak di 11 kota di Indonesia.

Usaha ini pun dilanjutkan oleh Siner Reysen Sampetoding yang merupakan ayah dari Annar Sampetoding. Dia adalah salah satu pengusaha konsesi hutan pertama di Indonesia. 

Sedangkan, Annar Salahuddin Sampetoding adalah komisaris dari Sulwood Group dan Siner Group, yang bergerak di bidang izin usaha pemanfaatan hasil hutan, properti dan perdagangan umum.

Siner Group memfokuskan sebagian besar operasinya pada industri berbasis sumber daya alam.

Siner Group dalam mengadopsi pendekatan yang terfokus pada sebagian besar kegiatannya, mengadopsi prinsip diversifikasi terkait dalam pengembangan bisnis.

Siner Group membangun kompetensi inti dalam industri sumber daya alam.

Siner Group unggul dalam tiga sektor bisnis utama, yaitu Perkebunan Hutan, Kelapa Sawit, dan Komoditas. Selain itu, Ia pun memiliki minat dalam sektor bisnis umum seperti Agensi Properti, Tur & Perjalanan, Penukaran Uang, Keuangan, Sumber Daya, dan Media Digital.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved