Satpam Kebun Raya Bogor Dikeroyok
Polresta Bogor Buru Para Wisatawan yang Aniaya 7 Satpam Kebun Raya Bogor
Polresta Bogor memastikan telah mengantongi identitas para wisatawan, pelaku pengeroyokan 7 satpam Kebun Raya Bogor
Diantaranya dengan memeriksa CCTV di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
“Sudah ada laporan. Kita lakukan penyelidikan,” ujar Aji.
Penjelasan Manajemen
General Manager PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai pengelola KRB yakni Zaenal Arifin menceritakan detik-detik pengeroyokan tersebut.
Awalnya, petugas keamanan menerima kedatangan rombongan bus ormas pesilat di sore hari.
Namun kedatangan rombongan ormas pesilat itu tidak terkonfirmasi alias tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
"Pada hari Minggu sekitar pukul empat kurang, jam tersebut adalah menjelang tutup berakhirnya operasional Kebun Raya Bogor," ujar Zaenal Arifin dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube tv one news, Jumat (20/12/2024).
"Saat itu ada dua rombongan bis yang datang untuk berkunjung ke Kebun Raya dan rombongan tersebut tidak terkonfirmasi untuk melakukan kunjungan."
Menurut Zaenal, mekanisme pengunjung Kebun Raya Bogor jika membawa rombongan dalam jumlah banyak adalah melakukan konfirmasi 1 atau 2 hari sebelum kedatangan.
Namun rombongan ormas pesilat itu tidak melakukan konfirmasi dan malah datang di waktu Kebun Raya Bogor nyaris tutup.
"Karena tidak terkonfirmasi, kunjungan dadakan, lalu sekuriti kami memberikan penjelasan kepada beberapa anggota rombongan bahwa sesaat lagi Kebun Raya akan berakhir operasionalnya," imbuh Zaenal Arifin.
Kata Zaenal, kala itu rombongan ormas pesilat tersebut sempat berkomunikasi baik-baik dengan satpam.
Bahkan petugas keamanan mempersilahkan rombongan tersebut untuk berdoa di depan Kebun Raya Bogor.
"Saat itu masih biasa-biasa saja saja, komunikasi berjalan baik."
"Bahkan dari mereka sudah memahami dan meminta waktu kepada kami untuk melakukan doa saja di depan pintu masuk Kebun Raya. Kami mempersilahkan untuk berdoa di depan Kebun Raya," pungkas Zaenal Arifin.
Namun entah kenapa emosi rombongan tersebut tiba-tiba memuncak lalu mengeroyok satpam Kebun Raya Bogor.
Diungkap Zaenal, sebelum adanya aksi pengeroyokan, satpam dan rombongan ormas pesilat sempat cekcok.
"Setelah kami berikan waktu untuk berdoa, petugas kami sudah melakukan sesuai dengan SOP, mengingatkan kembali kepada rombongan untuk kembali ke bis."
"Mungkin terjadi cekcok dan sebagainya, tiba-tiba ada provokasi dan berujung pada tindakan pengeroyokan anggota sekuriti kami," ujar Zaenal.
Sementara itu, pihak kepolisian turut buka suara terkait kasus pengeroyokan tersebut.
Ternyata bukan cuma karena dilarang masuk ke Kebun Raya Bogor karena sudah jam tutup.
Rombongan ormas pesilat itu mengamuk lantaran sempat meminta diskon kepada petugas.
“Mereka datang dengan menggunakan 2 bus, yang bermaksud ziarah ke makam mbah Jepra di dalam kebun Raya."
"Namun ketika masuk mereka meminta diskon dan waktu itu ketika datang ke Kebun Raya sudah mau tutup,” kata Kapolsek Bogor Tengah AKP Agustinus Manurung.
| Polisi Minta Keterangan Saksi dan Satpam yang Dikeroyok Rombongan Wisatawan Asal Banten |
|
|---|
| Selidik Identitas dan Nama Rombongan Wisatawan asal Banten yang Keroyok Satpam Kebun Raya Bogor |
|
|---|
| FOTO: Kondisi Terbaru 6 Satpam Kebun Raya Bogor yang Dikeroyok Rombongan Wisatawan |
|
|---|
| Kondisi Terbaru 6 Satpam Kebun Raya Bogor yang Dikeroyok Rombongan Wisatawan |
|
|---|
| Duduk Perkara Rombongan Pesilat Keroyok Satpam Kebun Raya, Berawal Minta Diskon Padahal Sudah Tutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Polisi-Kantongi-Identitas-Wisatawan-Pelaku-Pengeroyokan-7-Satpam-Kebun-Raya-Bogor-dari-Banten.jpg)