Rabu, 20 Mei 2026

Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Siapa Otak Pembuatan Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar? Bukan Dosen Andi Ibrahim

Terungkap sosok pengusaha jadi otak pabrik uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Twitter
Siapa Otak Pabrik Pembuatan Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar? Bukan Dosen Andi Ibrahim 

TRIBUNBENGKULU.COM - Bukan hanya dosen Andi Ibrahim, Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono mengungkapkan ada sosok pengusaha jadi otak pabrik uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Sosok pengusaha tersebut disebut berinisinal ASS.

Alamatnya disebutkan terletak di Jalan Sunu Kota Makassar.

Rumah pengusaha berinisinal ASS itu jadi salah satu tempat kejadian perkara percetakan uang palsu.

Setelah mengungkap uang palsu di jalan sunuk, polisi melakukan pengembangan ke kampus UIN Alauddin Makassar.

"Kalau kita lihat dari TKP buat cetak uang palsu, jadi di rumah saudara ASS Jl Sunu, Kota Makassar. Kemudian juga ada di Jl Yasin Limpo (UINAM), Gowa," kata Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono dilansir dari Tribun Medan, Selasa (24/12/24).

Lebih lanjut dijelaskan Yudhi, mulanya produksi uang palsu tersebut berlangsung di rumah ASS, di Jl Sunu 3, Kota Makassar.

Namun, karena jumlah uang yang akan dicetak membutuhkan mesin dengan kapasitas lebih besar, akhirnya dipindahkan ke UIN.

"Awal pertama ditemukan di Jl Sunu Makassar, karena sudah mulai membutuhkan jumlah yang lebih besar maka mereka membutuhkan alat yang lebih besar. Jadi, tadinya menggunakan alat kecil," sebutnya.

Alat yang ditemukan dalam Perpustakaan UIN Alauddin, kata Yudhi dibeli seharga Rp 600 juta.

Mesin cetak uang palsu yang diperkirakan berbobot dua ton itu, didatangkan langsung dari China lewat Surabaya.

"Alat besar itu senilai Rp600 juta di beli di Surabaya namun di pesan dari Cina, alat itu dimasukkan salah satu tersangka inisial AI ke dalam salah satu kampus di Gowa," bebernya.

Lebih lanjut Yudhi memaparkan, dalam kasus itu, ada tiga sosok yang mempunyai peran sentral. Salah satunya, ASS.

"Jadi mereka dibelakang 17 orang ini, perannya berbeda, tapi peran sentranya ada dari saudara AI kemudian juga saudara S, ada juga saudara ASS, ada juga yang DPO," jelas Yudhi.

Ia pun berjanji akan segera menangkap tiga DPO yang berlum terciduk tersebut.

"DPO ini akan kita tangkap juga dan akan tuntas nanti kita periksa," tegasnya.

Satreskrim Polres Gowa telah meringkus 17 tersangka pencetak dan pengedar uang palsu.

Polisi juga membongkar pabrik uang palsu di gedung perpustakaan UIN Alauddin Makassar (UINAM).

Tak hanya itu kepala perpustakaan UINAM dan satu staf terlibat dalam sindikat uang palsu ini.

17 tersangka ini diringkus di lokasi berbeda, di antaranya Gowa, Makassar, Wajo, Mamuju Sulbar.

Kronologi awal terungkapnya kasus uang palsu yang diproduksi dari dalam kampus Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM) terungkap.

Hal itu dipaparkan secara gamblang oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Kamis (19/12/2024) siang.

Irjen Pol Yudhiawan didampingi Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan awal mula kasus ini diselidiki dari adanya laporan masyarakat ke Polsek Pallangga.

Masyarakat tersebut, mendapati adanya peredaran uang palsu di wilayah Lambengi, Kelurahan Bontoala, Kecamatan Pallangga.

"Masyarakat melapor kepada Polsek (Pallangga) bahwa diduga ada uang kertas palsu yang diedarkan, kemudian oleh tim kami langsung di laporkan di Polres," ujar Yudhiawan.

Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak pun, memerintahkan personel Satreskrim yang dipimpin AKP Bachtiar untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Satreskrim langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan tepatnya di Jl Pelita Lambengi, Kelurahan Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa," ujarnya.

Hasil penyelidikan itu, lanjut Yudhi, diamankanlah sosok pria berinisial M yang diduga mengedarkan uang palsu tersebut.

M diamankan polisi saat melakukan transaksi dengan seseorang inisial AI.

Di mana M menjual uang palsu itu kepada AI, dengan kelipatan dua kali lipat dari uang asli yang dibelanjakan

"Uang palsu ini perbandingannya satu banding dua, jadi satu asli dua uang palsu," ungkap Yudhi.

Dari penangkapan M dan AI, polisi terus mendalami kasus itu hingga mendapat mesin pencetakan uang palsu yang ada di dalam Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Jl Yasin Limpo, Gowa.

Mesin berukuran besar dengan berat diperkirakan dua ton lebih itu, disembunyikan dalam ruangan yang ada di Perpustakaan UINAM.

Baca juga: Siasat Licik Pelaku Bawa Mesin Pencetak Uang Palsu ke Kampus UIN Alauddin, Tak Dicurigai Satpam?

Cara Pelaku Edarkan Uang Palsu

Terungkap cara pelaku edarkan uang palsu yang dicetak di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.

Cara yang paling sering dipakai adalah mengedarkan uang setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbit.

Mereka bertransaksi pada malam hari saat penerangan kurang.

Apalagi saat malam hari, seseorang sulit memeriksa dengan teliti.

Selain itu, mereka juga mengunjungi tempat-tempat ramai seperti SPBU atau toko dengan antrean panjang sehingga kasir tidak sempat memeriksa uang secara detail.

Sebagian orang membeli uang palsu dengan menukar uang asli, seperti menukar uang Rp1 juta dengan jumlah uang palsu lebih besar.

Hal itu disampaikan AKBP Reonald Simanjuntak, memang benar para tersangka alias pelaku mengedarkan uang palsu saat malam hari.

AKBP Reonald Simanjuntak menegaskan jangan mau menyebarkan uang palsu meski diimingi-imingi dengan bayaran yang besar. 

"Jangan lagi mau dibodohi, jangan gunakan, fotokopi, atau menyebar uang palsu, termasuk uang mainan sering beredar," ujar Reonald.

Sebab, tindakan itu bisa dikenai ancaman hukuman. Sementara itu, saat ini polisi masih mengejar dalang utama kasus uang palsu.

"Kami mohon doa dari masyarakat agar langkah kami dipermudah. Kami sedang mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memastikan keterangan mereka," tuturnya.

Viral di Medsos 

Peredaran uang palsu dari UIN Alauddin Makassar kini telah meresahkan masyarakat karena sangat sulit dibedakan dengan uang asli.

Bahkan sejumlah video viral di media sosial menampilkan penemuan uang diduga palsu yang didapat dari mesin ATM.

Uang tersebut diduga palsu karena dapat terkelupas atau terbelah.

Seperti diunggah akun X (twitter) Bozz4nc1 pada Minggu (22/12/2024).

"Kalo tidak salah, kasus uang palsu yg melibatkan keterlibatan salah satu civitas akademika kampus di Makasar, juga ada keterlibatan PNS dan karyawan bank."

"Berarti tidak menutup kemungkinan uang palsu tersebut sudah banyak beredar ke banyak ATM. 
Ngeri juga ya!" tulis akun tersebut.

Akun tersebut juga mengunggah video seorang perempuan yang baru saja mengambil uang dari mesin ATM.

Namun uang tersebut diduga palsu karena uang tersebut dapat terkelupas.

Unggahan itu kini menjadi salah satu unggahan yang viral tentang uang palsu UIN Alauddin Makassar yang beredar di media sosial.

Video tersebut telah mendapatkan lebih dari 159 ribu tayangan dan ratusan komentar warganet.

"Jangankan uang palsu, ijazah palsu aja laku kok di Konoha. Malah bisa buat daftar jadi Penguasa Tertinggi," tulis akun @Maria Alkaff.

"Kalo keluar dari ATM ya berarti yang main orang dalam," akun @Om Jenggot menambahkan.

"Seperti nya ini bukan uang palsu lagi..tp asli tp blm ada ijin BI..Bank aja susah membedakan nya apalagi orang awam..udah lebih 10 th..jd uangnya kemana mana..Saya udah 2 x dpt.dicurigai. seratus ribu..jika lembab baru terasa bedanya dikit.gbr yg tersembunyi dlm krng sempurna," akun @Azwarman ikut mengomentari.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved