Kamis, 9 April 2026

Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Pengakuan Mengejutkan Eks Wakapolsek Sering Terima Transferan dari Bos Uang Palsu UIN Makassar

Kasus uang palsu produksi pabrik yang berada di lingkungan kampus UIN Makassar terbongkar pada Desember 2024 lalu. 

Editor: Hendrik Budiman
Tribun-Timur.com/Sayyid dan Kompas.com/Abdul Haq
KASUS UANG PALSU - (Dari kiri ke kanan) Terdakwa Annar Salahuddin Sampetoding usai jalani sidang kasus uang palsu di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (30/7/2025); penampakan uang palsu produksi UIN Alauddin Makassar; dan Sugito Ngangun, mantan Wakapolsek Tallo, Polrestabes Makassar hadir sebagai saksi. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengakuan mengejutkan datang dari seorang mantan Wakapolsek yang diduga terlibat dalam kasus peredaran uang palsu yang menyeret nama kampus UIN Alauddin Makassar. 

Dalam pemeriksaan, eks perwira polisi itu mengakui bahwa dirinya kerap menerima transfer uang dari bos jaringan uang palsu yang kini ditetapkan sebagai tersangka. 

Pada, sidang uang palsu Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, mantan Wakapolsek Tallo, AKP Purn Sugito Ngangun mengaku melindungi aset milik bos kasus sindikat uang palsu.

Kasus uang palsu produksi pabrik yang berada di lingkungan kampus UIN Makassar terbongkar pada Desember 2024 lalu. 

Kasus ini menghebohkan publik lantaran baru ketahuan setelah bisnis haram uang palsu dijalankan selama 14 tahun.

Baca juga: Kekayaan Ivan Yustiavandana Kepala PPATK Blokir Rekening Nganggur, Naik Drastis Rp4,8 Miliar Setahun

Pusaran kasus uang palsu UIN Makassar turut menyeret mantan oknum polisi bernama AKP Purn Sugito Ngangun.

Ia dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (30/7/2025).

AKP Purn Sugito Ngangun diminta memberikan kesaksian untuk terdakwa Annar Salahuddin Sampetoding.

Ia mengaku melindungi aset dari terdakwa yang berada di Kota Makassar.

"Sering keliling-keliling pantau aset-aset beliau karena dikasih amanah untuk jaga. Sudah cek dan aman saya balik," ucapnya," katanya, dikutip dari TribunGowa.com, Kamis (31/7/2025).

Dilansir Tribunnews.com, Sugito menjabat sebagai Wakapolsek Tallo mulai November 2023 hingga Februari 2025.

Sugito mengaku sudah menjalin persahabatan dengan terdakwa Annar selama 30 tahun.

Awalnya ia mengenal Annar sebagai seorang pengusaha kayu.

"Saya kenal terdakwa sebagai bos, direktur, punya usaha tahun 1998-1999 usahanya kayu. Beliau keluarganya raja kayu," katanya, dikutip dari TribunGowa.com.

Hubungan keduanya semakin dekat meskipun tidak memiliki ikatan darah maupun kerabat kekeluargaan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved