Jumat, 10 April 2026

Kasus Pembunuhan Aktor Sandy Permana

MOTIF Sebenarnya Kasus Pembunuhan Sandy Permana, Nanang Gimbal Sakit Hati Diludahi 

Akhirnya motif pembunuhan terkait kasus pembunuhan aktor Sandy Permana terungkap dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/25). 

Editor: Rita Lismini
Istimewa
Foto Sandy Permana dan Nanang Gimbal pelaku pembunuhan. MOTIF Sebenarnya Kasus Pembunuhan Sandy Permana, Nanang Gimbal Sakit Hati Diludahi 

TRIBUNBENGKULU.COM - Akhirnya motif pembunuhan terkait kasus pembunuhan aktor Sandy Permana terungkap dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/25). 

Santer kabar bahwa Nanang Gimbal nekat membunuh Sandy Permana lantaran kesal ditegur saat sedang memangkas pohon. 

Ramai juga kabar bahwa perseteruan keduanya bermula dari rapat desa yang tak terima saling mengeluarkan pendapat hingga berujung cekcok. 

Kini motif yang sebenarnya kasus pembunuhan Sandy Permana tersebut menemukan titik terang. 

Rupanya motif pembunuhan bermula dari perasaan sakit hati Nanang yang merasa direndahkan oleh Sandy.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya.  

"Pelaku atau tersangka sakit hati karena merasa direndahkan oleh korban dengan cara melihat ke arah tersangka secara sinis dan korban meludah ke arah tersangka," terang  Kombes Wira Satya dikutip dari Kompastv, Kamis (16/1/25). 

Nanang Gimbal yang merasa tak terima  tersebut muncul lah niat jahat untuk membunuh Sandy. 

Nanang menyerang Sandy yang masih berada di atas motornya.

Tanpa ragu, Nanang menusuk bagian perut Sandy dengan pisau tersebut.

“Modus operandi daripada pelaku dengan cara menusuk ke bagian perut kiri korban sebanyak dua kali dalam posisi korban masih berada di atas motor,” ujar Wira.
 
Sandy sempat memberikan perlawanan. Namun, Nanang kembali menusuk Sandy beberapa kali.

“Tersangka tetap berusaha melukai korban dengan cara menusuk kembali ke arah pelipis kiri, kepala korban satu kali, dada korban satu kali, kemudian leher korban satu kali,” kata Wira.

Sandy yang sudah kehilangan banyak darah akhirnya berlari untuk menyelamatkan diri dari serangan. 

Namun, Nanang tetap mengejar dan kembali menusuk punggung korban sebanyak satu kali.

"Pada saat korban ingin menyelamatkan diri, tersangka mengejar dan menusuk kembali ke arah punggung kiri korban," jelas Wira

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved