Longsor Pekalongan
Kisah Dramatis Winarno, Warga Pekalongan yang Evakuasi Sendiri Istrinya Terjebak Longsor Berjam-jam
Kisah dramatis Winarno (42), seorang warga Pekalongan yang berjuang menyelamatkan istrinya yang terjebak longsor selama berjam-jam.
"#Prayforpekalongan kejadian hujan lebat mengakibatkan tanah longsor dan korban jiwa sudah 23 orang yang ditemukan, mohon bantuan dari semuanya," tulisnya.
Penyebab Longsor
Terkait hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan, Haryanto, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan sungai-sungai besar di wilayah itu meluap.
Beberapa desa di kawasan pegunungan juga mengalami tanah longsor akibat struktur tanah yang labil dan tidak mampu menahan air hujan.
Longsor Pekalongan hari ini tepatnya terjadi di Kecamatan Petungkriyono.
“Sebanyak 18 jiwa telah dievakuasi dan ditemukan meninggal dunia. Sedangkan 9 orang diperkirakan masih tertimbun dan dalam pencarian. Sedangkan 10 orang alami luka-luka,” ucap Bergas kepada Kompas.com.
Dia menerangkan, bencana banjir dan longsor Pekalongan ini diakibatkan oleh hujan lebat pada hari Senin, 20 Januari 2025 pukul 12.00 WIB di wilayah Petungkriyono.
Selain korban jiwa, sebuah kafe di Petungkriyono juga roboh akibat kejadian itu. Sementara untuk bangunan rumah yang mengalami kerusakan, masih dalam pendataan.
“(Jumlah) pengungsi madih dalam pendataan,” tutur Bergas.
Hingga kini, BPBD bersama pihak berwenang setempat lainnya masih dalam proses pencarian korban longsor Pekalongan yang belum ditemukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kisah-Dramatis-Winarno-Warga-Pekalongan-yang-Istrinya-Terjebak-Longsor-Berjam-jam.jpg)