Berita Bengkulu
Harga Berondolan Tinggi, Pabrik CPO Mini di Seluma Bengkulu Terancam Tutup
Enam pabrik CPO mini di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu terancam tutup dan tidak dapat beroperasi lagi.
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Enam pabrik CPO mini di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu terancam tutup dan tidak dapat beroperasi lagi.
Ini akibat tingginya harga bahan baku berondolan kelapa sawit yang saat ini mencapai Rp 2.900 perkilogram.
Tenno Heika salah seorang pemilik pabrik CPO mini di Kelurahan Sukaraja mengatakan, jika tidak ada peran pemerintah, maka pabrik CPO Mini yang telah berdiri di Kabupaten Seluma saat ini semua terancam akan tutup total.
"Bahan baku kami ini kan berondolan (buah kelapa sawit yang telah lepas dari tandan, red). Saat ini harga beli berondolan ini sangat tinggi, tidak masuk lagi untuk dikelola," kata Tenno Heika, kepada Tribunbengkulu.com siang ini (27/1/2025).
Lanjut Tenno, Peran pemerintah ini sangat menentukan agar pabrik CPO mini yang ada ini tetap dapat beroperasi.
Peran yang dibutuhkan yaitu memastikan ketersediaan bahan baku untuk pabrik CPO Mini tetap tersedia dengan harga yang sesuai dengan penjualan CPO pabrik mini.
"Peran Pemkab Seluma dan Pemprov Bengkulu sangat kami harapkan. Karena tidak adanya bahan baku ini ada keterlibatan pabrik CPO besar yang memonopoli harga," kata Tenno.
Pabrik CPO besar ikut membeli berondolan ucap Tenno. Sehingga pengepul atau tauke kelapa sawit mematok pembelian berondolan dengan harga tinggi Rp 2.900 per kilogram.
Berondolan ini dijual di pabrik CPO di Provinsi Jambi dengan harga Rp 3.610 per kilogram.
"Peran pemerintah yang kami harapkan adalah dengan menjadikan pabrik CPO yang ada di Seluma ini menjadi bapak angkat kami pabrik CPO mini. Ini harus ada campur tangan Pemkab Seluma untuk mewujudkannya," beber Tenno.
Berdirinya Pabrik CPO Mini ucap Tenno, mendukung program pemerintah mewujudkan program strategis nasional (PSN) B40 yang saat ini sedang dicanangkan.
Selain itu dengan berdirinya pabrik CPO mini dapat menyerap banyak tenaga kerja.
"CPO olahan pabrik CPO mini ini merupakan bahan baku Bio 40 yang saat ini masuk PSN. Jadi sudah sangat wajar jika Pemkab Seluma dan Pemprov Bengkulu ambil bagian untuk mendukung dan mensukseskan ini," ungkap Tenno.
Senada juga disampaikan pemilik pabrik CPO mini di Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan Didi Supriadi.
Dikatakannya tanpa peran pemerintah, maka pabrik CPO mini khususnya di Kabupaten Seluma akan gulung tikar.
"Kendala kami itu cuma dibahan baku harganya saat ini sangat tinggi, karena ada campur tangan perusahaan besar. Harapan kami Pemkab Seluma dapat berperan di sini, membantu kami mendapatkan bahan baku dengan harga yang terjangkau," ujar Didi Supriadi.
Baca juga: Pernikahan Dini Masih Tinggi di Seluma Bengkulu, Ada 158 Dispensasi Nikah
| Program Jebol-Atasi Kendala Perekaman KTP Jadi Fokus Kastilon di Dukcapil Bengkulu Selatan |
|
|---|
| Pemkot Bengkulu Pastikan Plt Lurah Malabero Sudah Ditunjuk, Siap Tuntaskan Persoalan Warga |
|
|---|
| Pemkab Bengkulu Tengah Finalisasi Penamaan 112 Ruas Jalan, Ini Daftar Lengkapnya |
|
|---|
| Dikbud dan Kejari Bengkulu Selatan Gencarkan Kampanye Anti Korupsi di Sekolah |
|
|---|
| Kisah Siswa Sekolah Rakyat Bengkulu, Dari Anak Sopir Angkutan Barang Tembus Prestasi Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pabrik-CPO-Mini-Seluma-terancam-bangkrut.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.