Kamis, 4 Juni 2026

Wabah PMK di Bengkulu

50 Hewan Ternak di Mukomuko Bengkulu Suspek PMK, Dinas Pertanian masih Tunggu Vaksin

Sebanyak 50 hewan ternak di Kabupaten Mukomuko ditemukan suspek PMK, Dinas Pertanian masih menunggu vaksin PMK.

Tayang:
HO Dinas Pertanian Mukomuko
KASUS PMK - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko dan Balai Veterine Lampung saat menggambil sampel hewan ternak yang suspek atau terindikasi PMK di Mukomuko, Bengkulu, Rabu (22/1/2025). 50 sampel hewan ternak yang suspek PMK telah diambil Balai Veterine Lampung, saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko masih menunggu vaksin PMK. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Setelah mengirimkan sampel hewan ternak yang suspek atau terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Balai Veterine Lampung mendatangi Kabupaten Mukomuko, untuk melakukan pengujian sampel terhadap hewan ternak di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

“Setelah kita mengirimkan sampel suspek PMK, pihak Balai Veterine Lampung mendatangi Kabupaten Kita untuk mengambil sampel lagi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Fitriani Ilyas, saat ditemui TribunBengkulu.com, pada Kamis (30/1/2025).

Fitriani mengungkapkan, pihaknya bersama dengan Balai Veterine Lampung, mengambil sampel hewan ternak di beberapa lokasi di Kabupaten Mukomuko.

Dari 50 sampel yang diambil di Kelurahan Koto Jaya, Pondok Batu, Tanah Rekah, Ujung Padang dan Pasar Sebelah, semuanya suspek PMK.

“Kemarin tanggal 22 Januari 2025 kita bersama balai veterine Lampung, mengambil 50 sampel hewan ternak sapi dan kambing di Kecamatan Kota Mukomuko,” tutur Fitriani.

Baca juga: Cek Harga TBS Sawit di Mukomuko Bengkulu Usai Libur Panjang, Tertinggi Rp 2.680 per Kilogram

Fitriani juga menjelaskan, dari sampel yang diambil hewan ternak ini memiliki gejala PMK seperti air liur berlebihan dan berbusa serta luka pada kuku.

Namun untuk memastikan hewan ternak terjangkit PMK, sampel yang diambil itu telah dibawa oleh Balai Veterine Lampung untuk diperiksa.

“Sampelnya sudah dibawa oleh pihak Balai Veterine Lampung, untuk hasil masih menunggu sekitar 2 minggu,” jelas Fitriani.

Selain itu, Fitriani juag sudah melakukan sosialisasi kepada peternak untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan hewan ternaknya.

Pihaknya juga hingga saat ini masih menunggu vaksin PMK yang sebelumnya telah diajukan ke Kementerian Pertanian.

“Kita sudah mensosialisasikan ke pada peternah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan ternak, kita juga sudah mengusulkan vaksin tinggal lagi menunggu vaksin yang diajukan,” tutup Fitriani.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengusulkan vaksin sebanyak 20.000 dosis ke pihak Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pengusulan itu dilakukan untuk mengantisiapasi penyebaran virus PMK di Kabupaten Mukomuko.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved