Rabu, 10 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Kenapa Tanda Peringatan Darurat Kembali Viral? Singgung 100 Hari Pemerintahan Prabowo 

Publik kembali digemparkan dengan tanda Peringatan Darurat berlatar belakang hitam yang dibagikan berulang kali di berbagai platform media sosial.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Instagram samudra_fakta/TribunBengkulu
TANDA PERINGATAN DARURAT - Kolase foto Tanda Peringatan Darurat yang trending di media sosial, Rabu (05/02/2025). Kenapa tanda Peringatan Darurat mendadak viral lagi? Singgung soal 100 hari Pemerintahan Prabowo Subianto (Instagram samudra_fakta/TribunBengkulu) 

"Lagu kebangsaan Indonesia Raya akan segera dikumandangkan untuk terakhir kali."

Bagian terakhir video tersebut ditutup kembali dengan logo Garuda dan tulisan RI - 00.

Menariknya, video dan gambar Peringatan Darurat telah dibagikan berulang kali oleh beberapa tokoh nasional, selebritis hingga akun resmi media mainstream.

Seperti misalnya, Fiersa Besari, Panji Pragiwaksono hingga akun resmi media mainstream seperti Jawa Pos dan Narasi Newsroom.

Berdasarkan penelusuran TribunBengkulu.com, topik Peringatan Darurat mendadak trending tidak lama setelah Badan Legislatif DPR RI mengakali putusan Mahkamah Konstitusi.

Putusan Mahkamah Konstitusi itu terkait perubahan ambang batas pencalonan kepala daerah untuk semua partai politik peserta pemilu.

Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 menurunkan ambang batas yang sebelumnya adalah 20 persen.

Baleg mengakali putusan MK dengan membuat putusan tersebut hanya berlaku buat partai politik yang tak punya kursi DPRD. 

Keputusan Baleg DPR RI itu sepertinya memicu kekecewaan publik tanah air.

Gambar dan video Peringatan Darurat mencuat disinyalir bentuk kekecewaan publik tanah air dengan keputusan Baleg DPR RI tersebut.

"Kesabaran rakyat ada batasnya. Hati2 aja buat para elit yang masih coba2 main kotor. Table will turn," cuit akun @AlvinPutra.

"Peringatan Darurat! Sangat Darurat! Semua berjalan secara terang2an dan secara ugal-ugalan."

"Kalau bukan kita yang mempertahankan dan memperjuangkan keadilan di negara ini, siapa lagi?"

"Demokrasi telah di rusak sama tangan2 para penguasa."

"Diacak-acak terang-terangan," cuit Fiersa Besari.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved