Rabu, 8 April 2026

Wabah PMK di Bengkulu

2 Kecamatan di Seluma Bengkulu Darurat Wabah PMK

Kecamatan Sukaraja dan Air Periukan Seluma Bengkulu Darurat PMK, Total Sudah 194 Sapi Terjangkit

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Bidang Perternakan Distan Seluma/Tribunbengkulu.com
VAKSIN PMK- Dokter hewan Bidang Perternakan Distan Seluma saat memaksin sapi terjangkit PMK Minggu (3/2/2025) di Desa Riak Siabun. Saat sudah 194 sapi terjangkit PMK di Seluma 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) tidak bisa lagi dianggap remeh oleh peternak sapi di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Pasalnya di awal Februari 2025 sudah 47 ekor sapi dinyatakan positif terjangkit PMK.

Total saat ini sudah ada 194 sapi terjangkit virus kurun waktu Januari hingga awal Februari 2025 ini. 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Seluma Arian Sosial melalui Kabid Perternakan Hendri Aritonang mengatakan ada dua kecamatan yang darurat penyebaran PMK ini.

Dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Air Periukan. 

"Peternak sapi di dua kecamatan ini wajib waspada, pantau dan awasi terus sapi-sapi peliharaannya. Jika terlihat gejala PMK segera lapor ke petugas peternakan terdekat," himbau Hendri Aritonang melalui Tribunbengkulu.com, Kamis (6/2/2025). 

Baca juga: 6 Tersangka Penyegelan Kantor Desa Dusun Baru di Seluma Bengkulu jadi Tahanan Kota

Dari jumlah tersebut, 168 diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara 28 ekor lagi masih dalam pengobatan dan penyembuhan. 

"Walau telah banyak yang sembuh, PMK ini tetap harus diwaspadai. Terutama untuk sapi yang belum terjangkit, pantau dan awasi terus," kata Hendri. 

Adapun jenis sapi yang terjangkit PMK ini, terbanyak adalah sapi Bali 156 ekor. 

Lalu sapi jenis Simetal 36 ekor dan 1 ekor sapi jenis Brahma serta 1 ekor sapi peranakan Ongole. 

"Terpenting kami ingatkan, cepat melapor jika sapi yang dipelihara mulai menunjukan gejala PMK. Agar cepat disuntikan vaksin, untuk upaya penyembuhan dan memutus rantai penyebarannya ke sapi lainnya," sampai Hendri Aritonang. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved