Kamis, 4 Juni 2026

PT Sritex Bangkrut

Nelangsa 10 Ribu Karyawan Sritex yang di-PHK, Pesangon Belum Cair, JHT Masih Nunggu

Nelangsa 10 ribu lebih karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) usai Sritex dinyatakan bangkrut.

Tayang: | Diperbarui:
KOMPAS.COM/ROMENSY AUGUSTINO
PHK KARYAWAN SRITEX - Wagiyem (48) salah saat diwawancarai di salah satu warung di depan pabrik Sritex, Kamis (1/3/2025). Nelangsa 10 ribu lebih karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) usai Sritex dinyatakan bangkrut dan tutup permanen per Sabtu, (1/3/2025). (KOMPAS.COM/ROMENSY AUGUSTINO) 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nelangsa 10 ribu lebih karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) usai Sritex dinyatakan bangkrut dan tutup permanen per Sabtu, (1/3/2025).

Total keseluruhan Sritex mencapai 10.966 karyawan, kini harus memulai kehidupan baru.

Mau tak mau, suka tak suka, strategi baru harus mereka susun untuk mendapatkan sumber penghidupan. 

Sehari sebelum tutup yakni pada Jumat (28/2/2025), tidak ada lagi aktivitas produksi dari para pekerja Sritex. 

Hari itu mereka hanya mengikuti acara perpisahan dengan rekan-rekannya di departemen masing-masing.

Wagiyem (48) salah satunya. 

Ia tengah duduk di sebuah warung depan gerbang utama saat ditemui Kompas.com sehari sebelum Sritex tutup, Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.

"Hari ini cuma acara perpisahan saja. PHK-nya sudah kemarin. Hak-haknya dikasih tapi masih menunggu," kata dia.

"Jaminan Hari Tua (JHT) Maret 2025 cair, pesangonnya nanti. Hak-hak karyawan semua dikasihkan."

Dua puluh delapan tahun sudah Wagiyem bekerja sebagai karyawan Sritex. 

Sejak 1997, ia setia dengan pekerjaannya sebagai operator mesin tenun. 

Banyak suka dan duka yang telah ia lewati. 

Pada satu momen, wanita asal Sukoharjo itu pernah mendapatkan selembar saham dari pendiri H.M. Lukminto. 

Di zaman itu pula menurut Wagiyem, para karyawan sering mendapatkan penghasilan lebih hasil upah dari penambahan jam kerja. 

"Dulu itu pernah dapat satu lembar saham per karyawan," kata dia. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved