Kamis, 4 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Waspada Wabah Jembrana di Rejang Lebong Bengkulu, 15 Sapi Terdampak

Sebanyak 15 ekor sapi milik peternak di Desa Cawang Lama, Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu terpapar penyakit Jembrana.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
HO Tribunbengkulu.com/Distankan Rejang Lebong
SOSIALISASI JEMBRANA - Distankan Rejang Lebong melaksanakan sosialisasi terkait jembrana ke sejumlah peternak pada 4 Maret 2025. Saat ini, ada 15 ternak di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu yang terkena penyakit Jembrana. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Sebanyak 15 ekor sapi milik peternak di Desa Cawang Lama, Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu terpapar penyakit Jembrana.

Wabah ini menyerang jenis sapi bali milik peternak. Akibat penyakit itu, ternak-ternak tersebut terpaksa dilakukan potong paksa untuk mengurangi kerugian dan mencegah penyebaran. 

Kabid Peternakan Distankan Rejang Lebong, drh Wenny Haryanti membenarkan adanya temuan tersebut di Desa Cawang Lama.

Sebanyak 15 ekor sapi jenis sapi bali suspect penyakit jembrana jika dilihat dari gejalanya.

Gejalanya mulai dari demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening hingga pendarahan pada organ dalam. 

"Tercatat ada 15 ekor sapi, suspect jembrana jika dilihat dari gejalanya," ungkap Wenny. 

Wenny mengatakan penyakit ini dapat menular dengan cepat dan berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi sektor peternakan.

Oleh karena itu, 15 ekor sapi yang suspect jembrana itu langsung dilakukan potong paksa.

Penyakit Jembrana sendiri diketahui dapat menyebabkan kematian mendadak pada sapi yang terinfeksi dan hingga kini belum ada pengobatan yang sepenuhnya efektif untuk penyakit ini.

"Jadi terhadap 15 ekor sapi itu dilakukan potong paksa," lanjut Wenny. 

Meskipun terpapar penyakit jembrana, sapi tersebut masih bisa dikonsumsi. Namun, harus dimasak dengan benar dan tidak mengkonsumsi bagian-bagian yang telah rusak. Khususnya pada organ atau jeroan sapinya. 

"Masih bisa dikonsumsi dagingnya, karena tidak bersifat menular kemanusia," jelas Wenny. 

Diketahui upaya pencegahan dan pengendalian sangat penting agar dampaknya tidak semakin meluas.

Sebagai langkah penanggulangan, pihak Distankan Rejang Lebong telah melakukan penyemprotan disinfektan sekitar lokasi.

Selain itu, para peternak juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika ada gejala serupa. 

"Jadi penyebaran penyakit ini sangat cepat, perlu dilakukan upaya cepat, jadi kalau ada gejala-gejala seperti jembrana segera dilaporkan," kata Wenny.

Baca juga: Penyebab Longsor di Desa Tebat Pulau Rejang Lebong Bengkulu Diduga Karena Pembukaan Lahan Perumahan

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved