Jumat, 5 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Duduk Perkara Bupati Torut Permalukan Eks Camat Rantepao hingga Mengundurkan Diri, Kembali Disorot

Duduk perkara Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang disebut permalukan eks Camat Rantepao hingga mengundurkan diri. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rita Lismini
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
JENIATY RIKE EKAWATY - Kolase Bupati Toraja (Kiri) dan Camat Rantepao Jeniaty Rike Ekawaty (Kanan) yang sempat berseteru dan viral di media sosial. Duduk perkara Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang disebut permalukan eks Camat Rantepao hingga mengundurkan diri. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Duduk perkara Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang disebut permalukan eks Camat Rantepao hingga mengundurkan diri. 

Sebelumnya diketahui, Jeniaty Rike Ekawaty sempat viral mengundurkan diri sebagai Camat Rantepao, Toraja Utara.

Di awal Januari 2024 lalu, Jeniaty Rike Ekawaty menyatakan mundur sebagai Camat Rantepao, Toraja Utara.

Surat pengunduran Jeni beredar di grup WhatsApp.

Berikut bunyi isi surat pengunduran di Jeniaty Rike Ekawaty:

“Dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Camat Rantepao. Adapun alasan pengunduran diri saya dikarenakan prinsip hidup serta saya sudah tidak merasa nyaman dengan kondisi kerja saya saat ini, yang dimana saya sudah berusaha untuk totalitas dalam bekerja selama ini.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan kesadaran penuh tanpa adanya paksaan dari pihak manapun."

Ditemui di kantornya, Kamis (14/12/2023), Jeniaty membenarkan mengenai surat pengunduran dirinya tersebut.

Namun, sang camat yang kala itu mengenakan baju Pokko khas Toraja berwarna merah, enggan memberikan penjelasan lengkap.

"Terima kasih sudah berkunjung, untuk hal tersebut saya no comment dulu," katanya kepada Tribun Toraja.

"Itu sudah keputusan saya, belum bisa memberikan keterangan ya, biarlah saya tenangkan pikiran dulu," tuturnya.

Pengunduran diri camat perempuan tersebut akibat merasa dipermalukan atasannya, Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang di depan publik.

Awal mulanya seluruh ASN diminta untuk membeli payung seharga Rp100 ribu, guna pendanaan perayaan Natal Pemda Toraja Utara.

"Saat itu, pak bupati mempertanyakan sudah sampai mana progres penjualan payung tersebut," kata kepala seksi di jajaran Pemkab Toraja Utara, JG, Kamis (14/12/2023) sore.

Camat Rantepao lalu menghampiri bupati di atas panggung dengan maksud menjelaskan hal tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved