Minggu, 19 April 2026

Harga Kopi di Bengkulu

Harga Kopi di Rejang Lebong Bengkulu Tertinggi Tembus Rp 75 ribu

Harga Kopi di Rejang Lebong Tak Menentu, Segini Kisarannya Perkilo. Fluktuatif mulai dari Rp 70 hingga Rp 75 ribu.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
KOPI STABIL - Foto pohon kopi di salah satu lahan petani Rejang Lebong pada Jumat (21/3/2025). Harga kopi saat ini stabil dan tetap diatas Rp 70 ribu perkilonya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Harga kopi di Kabupaten Rejang Lebong untuk saat ini tidak menentu.

Setiap harinya, harga kopi untuk kualitas bagus atau terbaik selalu mengalami naik turun.

Namun untuk harga tertingginya tembus mencapai Rp 75 ribu per kilogramnya.  

Salah satu touke kopi, Rodi mengungkapkan saat ini harganya memang tak menentu.

Setiap harinya selalu terjadi naik turun harga. Namun untuk kisarannya, terendah diangka Rp 70 ribu dan tertinggi diangka Rp 75 ribu. 

"Naik turun, kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu perkilonya, gak nentu,"ucap Rodi. 

Baca juga: Pemkab Rejang Lebong Pastikan Pembayaran Gaji Honorer Tuntas Sebelum Lebaran

Rodi juga mengungkapkan bahwa memang harga kopi itu belum pernah turun lagi dari angka Rp 70 ribu sejak dua bulan terakhir.

Diperkirakan harga kopi masih akan stabil hingga panen raya nanti, karena perkiraannya panen raya ini bakal terjadi pada bulan April 2025 mendatang. 

"Tapi tetap stabil, ini harga kopi belum pecah dari Rp 70 ribu perkilonya,"lanjut Rodi. 

Musim panen raya kopi diperkirakan baru akan terjadi pada bulan April 2025 mendatang.

Pada saat itu, diperkirakan bakal terjadi banjir kopi sehingga kemungkinan harganya bakal turun. 

Hal ini seperti terjadi pada tahun sebelumnya. Saat panen raya terjadi, harga kopi sudah mulai turun. 

Para petani berharap agar saat musim panen raya nanti harganya bisa tetap tinggi sehingga dan hasilnya maksimal.

Para petani berharap harga kopi tidak anjlok saat mulai musim panen raya nantinya. 

"Semoga saja mas harganya tidak turun,"ucap salah satu petani, Sudarman. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved