Senin, 8 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Pengakuan Suhada Preman yang Ngamuk Minta THR ke Dedi Mulyadi Gubernur Jabar, Sengaja Direkam 

Pengakuan Suhada preman yang ngamuk minta THR ke Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat berujung viral di media sosial. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Instagram @bandunghariini dan @infobekasi_raya
VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Kolase foto Suhada preman yang ngamuk minta THR ke Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat berujung viral di media sosial. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengakuan Suhada preman yang ngamuk minta THR ke Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat berujung viral di media sosial

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria berbadan gempal berdebat dengan seorang sekuriti sebuah pabrik di kawasan Cikiwul, Kota Bekasi.

Dari video yang diunggah salah satu Instagram itu, satu orang wanita yang merekam video itu, terlihat sedang cekcok dengan sekuriti karena memaksa untuk bertemu pimpinan pabrik.

Adapun dalam keterangan video disebutkan jika mereka membawa surat yang meminta uang kepada pihak pabrik diduga dalam rangka THR.

Bahkan, dengan lagak sok jago, pria tersebut mengaku merupakan jagoan di daerah Cikiwul untuk membuat sang sekuriti takut.

Di sana, pria itu, mengaku menjadi penguasa di daerah tersebut. 

"Elu makan berak di sini, lu nggak ngehargain gue. Elu kalo pengen tau, gue jagoan yang megang Cikiwul nih, gue nih. Massa gue banyak di sini, kalau gue tutup jalan di depan, nggak bisa gerak," kata pria tersebut.

"Ya gimana kita kan sesuai prosedur juga, Pak," jawab sekuriti. 

"Gue mau ketemu pimpinan lu di sini, siapa bos lu? Gue nggak ada hubungan sama lu, kita sama perusahaan. Bos lu siapa, nggak mau kenal gue. Gue selama ini nggak pernah turun, yang turun ke sini anak buah gue, gue nggak pernah turun, gue pengen buktiin ternyata kayak gini semuanya nggak menghargai lingkungan," lanjut pria itu.

Pihak kepolisian yang sudah melihat video viral tersebut, langsung menindaklanjuti. Adapun aksi itu terjadi pada Senin (17/3/2025).

Kanit reskrim Polsek Bantargebang, Iptu Ahmad, mengatakan pria tersebut datang ke perusahaan meminta dana untuk berbagi takjil. 

Namun, dana tersebut belum dicairkan pihak perusahaan.

"Duduk perkaranya dia ke situ memang dia ngajuin proposal dengan dasar tanggal 23 itu hari Minggu besok dia mau berbagi takjil." 

"Dia di situ ngajuin proposal ke perusahaan itu. Tapi memang dari liatnya nggak ada," kata Ahmad kepada wartawan, Kamis (20/3/2025).

Dalam kesempatan itu, Suhada diduga mencatut nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved