Polisi Tewas saat Grebek Sabung Ayam
KSAD Jenderal Maruli Marah, Masa Danrem & Dandim Tak Tahu Anggotanya Bekingi Sabung Ayam di Lampung
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi jajaran Korem dan Kodim terkait kasus penembakan polisi di Lampung.
TRIBUNBENGKULU.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi jajaran Korem dan Kodim terkait kasus penembakan yang melibatkan anggota TNI hingga menewaskan tiga polisi saat penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung pada Senin (17/3/2025) lalu.
Maruli juga menyoroti kurangnya koordinasi antara TNI dan Polri dalam insiden ini serta menekankan perlunya perbaikan komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kita akan evaluasi, kenapa Dandimnya dan Danremnya tidak tahu ada persoalan seperti itu. Kita juga akan sampaikan ke kepolisian," ujar Maruli di Minahasa, Kamis (20/3/2025), dikutip dari Kompas TV.
Menurut Maruli, sepertinya ada persoalan di bawah yang hingga saat ini tidak diketahui hingga puncaknya terjadi peristiwa tragis tersebut.
"Kemungkinan besar ini ada persoalan di bawah mereka," lanjutnya.
Lebih lanjut, Maruli memastikan pihaknya tidak akan menganggap enteng kasus ini, mengingat ada tiga nyawa yang melayang.
"Ini saja mungkin ada satu-dua anak bandel," lanjutnya.
Jenderal Maruli juga menegaskan pentingnya solidaritas antara TNI dan Polri serta komunikasi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan.
"Dari seluruh wilayah kita kompak semua kok," lanjutnya.
"Ada masalah begini Dandim Kapolres ngobrol, anggota-anggota ikut kegiatan. Perpecahan sedikit-sedikit ya itu terjadi."
Baca juga: Terungkap! Peltu Lubis Pernah Sogok AKP Lusiyanto agar Tak Usik Sabung Ayam di Lampung, Tapi Ditolak

Setoran dari Arena Sabung Ayam
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar sebelumnya telah menanggapi isu dugaan adanya setoran dari perjudian sabung ayam kepada Polsek Negara Batin, Lampung.
Informasi ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang menyebut Polsek diduga meminta setoran hingga Rp 20 juta per hari.
Eko mengungkapkan bahwa pihaknya telah mensinyalir adanya kesepakatan antara dua anggota TNI yang diduga terlibat dengan pihak Polsek Negara Batin terkait aktivitas judi sabung ayam tersebut.
“Informasi ini menjadi bagian dari investigasi yang sedang berlangsung, dan kami menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujar Eko, dikutip TribunBengkulu.com dari Kompas.id, Kamis (20/3/2025).
Berdasarkan keterangan dua anggota TNI yang diperiksa, pejabat Polsek Negara Batin dan pejabat Pos Ramil Negara Batin diketahui memiliki hubungan yang cukup baik.
Polisi Tewas saat Grebek Sabung Ayam
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak
Kodam II Sriwijaya
Polda Lampung
Lampung
Kasus Sabung Ayam
Resmi! Kopda Bazarsah Dihukum Mati Karena Tembak 3 Polisi saat Penggerebekan Sabung Ayam di Lampung |
![]() |
---|
Rekam Jejak Kelam Kopda Bazarsah: Tembak 3 Polisi saat Sabung Ayam di Lampung, Kini Dihukum Mati |
![]() |
---|
Tembak Mati 3 Polisi saat Penggerebekan Sabung Ayam, Kopda Bazarsah Dihukum Mati |
![]() |
---|
Detik-detik Kopda Bazarsah Tahan Tangis saat Keluarga 3 Polisi Sujud ke Hakim Minta Hukuman Mati |
![]() |
---|
Momen Haru Keluarga 3 Polisi Tewas di Lampung Sujud ke Hakim, Desak Hukuman Mati Kopda Bazarsah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.