Kamis, 4 Juni 2026

Ramadan 2025

Idulfitri Muhammadiyah 2025 Jatuh pada 31 Maret, Puasa Genap 30 Hari Sama dengan Pemerintah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal

Tayang:
Muhammadiyah
IDULFITRI MUHAMMADIYAH 2025 - Foto salinan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. 

Penetapan 1 Syawal 1446 H oleh pemerintah Indonesia baru akan diumumkan setelah sidang isbat yang digelar pada Sabtu (29/3/2025). 

Namun, Muhammadiyah telah lebih dulu mengetahui tanggal Idulfitri berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)?

Menurut laman Suara Muhammadiyah, KHGT adalah sistem penanggalan Islam terbaru yang berupaya menyatukan kalender umat Islam di seluruh dunia. 

Kalender ini menerapkan prinsip “satu hari, satu tanggal”, sehingga awal bulan Hijriah berlaku seragam di seluruh dunia.

Misalnya, dalam KHGT, 1 Syawal 1548 H (tahun 2124 Masehi) akan jatuh serentak di seluruh dunia pada Jumat, 17 Maret 2124 M, baik di Sydney (Australia) maupun di Sidney, Ohio (Amerika Serikat).

Sebaliknya, jika masih menggunakan kalender lokal, seperti yang selama ini dipakai umat Islam di berbagai negara, maka perbedaan penetapan 1 Syawal tetap terjadi. 

Contohnya, di Australia dan dalam kalender Kemenag RI, 1 Syawal 1548 H jatuh sehari lebih lambat dibanding KHGT, karena parameter bulan baru belum terpenuhi pada 16 Maret 2124 M.

Perbedaan KHGT dengan Kalender Islam Lainnya

Dalam dunia Islam, terdapat berbagai sistem kalender, termasuk:

Kalender Wujudul Hilal Muhammadiyah: Sejalan dengan KHGT.

Kalender Ummul Qura (Arab Saudi): Biasanya juga sejalan dengan KHGT, tetapi tetap menunggu hasil rukyat resmi dari otoritas Saudi.

Kalender Hijriah Lokal: Seperti yang digunakan Kemenag RI, yang sering kali menyebabkan perbedaan tanggal dengan negara lain.

Kalender Non-Hijriah: Seperti kalender Islam Libya di era Muammar Qadafi, yang menghitung tahun pertamanya sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW, bukan sejak hijrah.

Mengapa KHGT Penting?

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved