Senin, 8 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto

Alasan Pertemuan Tertutup Prabowo Subianto dan Megawati Bikin Heboh, Pengamat: Akan Berlanjut

Pertemuan antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya terealisasi pada Senin, 7 April 2025

Tayang:
Dokumen Partai Gerindra
PRABOWO DAN MEGAWATI - Pertemuan Prabowo-Megawati. Pertemuan antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya terealisasi pada Senin, 7 April 2025. (Dokumentasi/Partai Gerindra) 

Kendati hadir pula Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, serta sejumlah pengurus PDI-P, pertemuan Megawati-Prabowo dilakukan di ruangan lain. 

Isi pembicaraan empat mata kedua tokoh ini pun belum diketahui.

Pertemuan antara Prabowo dan Megawati merupakan agenda yang sudah lama dibicarakan baik oleh elite PDI-P maupun Gerindra. 

Meski kini PDI-P tidak berada dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Prabowo, Megawati dan Prabowo tidak memiliki hambatan pribadi untuk bertemu mengingat keduanya merupakan sahabat lama sekaligus pernah berpasangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

Pertemuan yang sangat tertutup ini, menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, mengindikasikan agenda terjadi secara mendadak.

Selain itu, menurut Yunarto, pertemuan tertutup dan cenderung ditutupi para elite politik juga mengindikasikan adanya isu politik sensitif yang dibahas. Karenanya, hal ini sulit untuk langsung dibuka di hadapan publik. 

Diperkirakan, pertemuan ini akan dilanjutkan pertemuan berikutnya.

Sebelumnya, baik Ketua DPP PDI-P yang juga putri Megawati, Puan Maharani maupun Dasco, mengatakan bahwa pertemuan Prabowo dan Megawati akan dilakukan secepatnya setelah Lebaran.

“Setelah Lebaran ini, setelah libur Lebaran, pasti ada pertemuan,” ujar Puan seusai menghadiri acara halalbihalal di kediaman resmi Ketua MPR di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Jaga Perasaan Pihak Solo

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, menilai hal itu dilakukan untuk menjaga perasaan pihak tertentu. 

Adi menyinggung soal 'pihak Solo' yang dinilai tak senang dengan adanya pertemuan tersebut. 

Pihak Solo yang dimaksudkan ini adalah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai memiliki hubungan kurang baik dengan PDIP. 

"Ya banyak pihak yang mengatakan bahwa salah satu pihak yang mungkin tidak happy dan tidak menerima jika PDIP menjadi bagian dari Prabowo adalah pihak Solo,” kata Adi.

"Jadi wajar kalau kemudian dilakukan secara tertutup dan kemudian tidak ada yang memastikan bahwa tadi malam itu sudah terjadi pertemuan antara Prabowo dan Megawati. Meski sumber berita termasuk Tribun dan media-media yang lain ketika ditanya apakah terjadi pertemuan Prabowo dan Megawati itu kan disebutkan mengiyakan,” lanjutnya. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved