Dokter PPDS Rudapaksa Keluarga Pasien
Bius Korban Modus Cek Darah, Priguna Anugerah Dokter PPDS Rudapaksa Keluarga Pasien di RSHS Bandung
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, Priguna telah ditahan sejak Maret 2025 lalu.
TRIBUNBENGKULU.COM - Aksi bejat Priguna Anugerah dokter dokter residen atau mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi Fakultas Kedokteran Unpad diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anggota keluarga pasien di RSHS Bandung, bius korban modus cek darah.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, Priguna telah ditahan sejak Maret 2025 lalu.
"Jadi, tidak benar bila tersangka tidak kami tahan. Kasus ini ada laporan pada 18 Maret 2025, dengan lokasi kejadian di Gedung MCHC lantai 7 RSHS Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, dalam konferensi pers di Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (9/4/2025).
Hendra menjelaskan, Priguna merupakan dokter pelajar dari Unpad yang tengah mengambil spesialis anastesi di RSHS Bandung.
Baca juga: Heboh Dokter PPDS Unpad Diduga Lecehkan Pasien, Modusnya Korban Dibius Sebelum Beraksi
Pelaku ini melakukan pengecekan darah ke keluarga pasien, FH (21).
"Tersangka ini meminta korban FH untuk diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke Gedung MCHC lantai 7 RSHS. Korban sempat merasakan pusing dari cairan yang disuntikkan pelaku, dan selepas siuman korban merasakan sakit pada bagian tertentu," katanya.
Priguna kini dikenakan pasal 6C UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Kronologi Kejadian
Hendra mengatakan, pada 18 Maret 2025 sekitar pukul 01.00 WIB, tersangka meminta korban diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke gedung MCHC lantai 7, pelaku meminta korban tidak ditemani adiknya.
"Sesampainya di Gedung MCHC, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi berwarna hijau dan memintanya melepas baju juga celananya. Lalu, pelaku memasukkan jarum ke bagian tangan kiri dan kanan korban sebanyak 15 kali," katanya.
Pelaku pun menghubungkan jarum itu ke selang infus dan pelaku menyuntikkan cairan bening ke selang infus tersebut. Beberapa menit kemudian, korban merasakan pusing hingga tak sadarkan diri.
"Setelah sadar si korban diminta mengganti pakaiannya lagi. Lalu, setelah kembali ke ruang IGD, korban baru sadar bahwa saat itu pukul 04.00 WIB. Korban pun bercerita ke ibunya bahwa pelaku mengambil darah dengan 15 kali percobaan dan memasukkan cairan bening ke dalam selang infus yang membuat korban tak sadar, serta ketika buang air kecil, korban merasakan perih di bagian tertentu," ujar Hendra.
Pelaku ini berdasarkan KTP beralamat di Kota Pontianak dan tinggal di Kota Bandung saat ini. Sedangkan korban warga Kota Bandung.
"Kami juga sudah minta keterangan dari para saksi dan nanti akan meminta keterangan ahli untuk mendukung proses penyidikan ini," ucapnya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain dua buah infus full set, dua sarung tangan, tujuh buah suntikan, 12 buah jarum suntik, satu kondom, dan beberapa obat-obatan.
Dokter PPDS Rudapaksa Keluarga Pasien
Dokter PPDS Diduga Rudapaksa Keluarga Pasien
Priguna Anugerah
Priguna Anugerah Dokter PPDS
viral di media sosial
berita viral
| Terbongkar Aksi Bejat Priguna Anugerah Dokter PPDS Unpad Rudapaksa 3 Korban, Modus Tranfusi Darah |
|
|---|
| Terkuak Ada 2 Korban Baru yang Dicabuli Priguna Anugerah Dokter PPDS Unpad, Ternyata Pasien di RSHS |
|
|---|
| Nasib Pilu Perempuan Korban Rudapaksa Dokter PPDS di RSHS Bandung, Alami Trauma-Ayah Meninggal |
|
|---|
| Awal Terbongkarnya Kasus Priguna Anugerah Dokter PPDS Rudapaksa Keluarga Pasien di RSHS Bandung |
|
|---|
| Tampang Priguna Anugerah Dokter PPDS yang Rudapaksa Keluarga Pasien di RS Hasan Sadikin Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pelaku-pencabulan-terhadap-salah-seorang-keluarga-pasien-RS-Hasan-Sadikin-Bandung.jpg)