Kamis, 9 April 2026

Kecelakaan Kereta Api di Rejang Lebong

Tabrakan Kereta Api vs Mobil Pikap di Rejang Lebong, Kondisi Jalan Rawan Kecelakaan

Mobil Pikap Tertabrak Kereta di Rejang Lebong, Kondisi Jalan Memang Dikenal Rawan.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu
TABRAKAN KERETA - Pihak kepolisian evakuasi mobil pikap tertabrak kereta api di Rejang Lebong, pada Jumat (11/4/2025). Tabrakan kereta api vs mobil pikap di Rejang Lebong, kondisi jalan memang dikenal rawan 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Kecelakaan yang melibatkan kereta api terjadi di Desa Lubuk Bingin Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), dimana sebuah Mobil Pick Up L300 dengan Nopol BG 8720 HM tertabrak kereta api yang tengah melintas pada Jumat (11/4/2025) sore.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang akan rawannya jalan di desa itu. 

Bukan hanya satu atau dua kali saja, hampir setiap tahunnya selalu ada kecelakaan di sana. 

Bahkan pada tahun lalu, kecelakaan antara mobil dan kereta api menyebabkan adanya korban jiwa.

Kondisi jalan desa memang dilintasi oleh rel kereta api. Bahkan diduga, jalan tersebut tidak resmi karena dibuat tanpa berkoordinasi dengan pihak Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca juga: Kronologi Mobil Pikap Ditabrak Kereta Api di Rejang Lebong Bengkulu

Tidak adanya palang pintu perlintasan kereta api dilokasi tersebut. Bahkan juga tidak ada penjagaan. 

Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Wiyanto mengatakan, pada Senin (14/4/2025) nanti pihaknya bakal mendatangi langsung lokasi tersebut.

Tujuannya untuk melakukan pengecekan jalan desa. Karena informasinya, jalan desa itu dibuat secara tidak resmi karena tanpa berkoordinasi dengan pihak kereta api. 

"Senin kita akan cek ke desa itu, kita juga akan koordinasi ke pihak KAI,"sampai Kasat. 

Kasat mengakui memang jalan desa itu cukup rawan terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api.

Maka dari itulah, pihaknya nanti akan mengajak pemerintah desa setempat untuk melakukan upaya pencegahan kejadian serupa kedepannya. 

"Kita akan coba cari solusi agar tidak ada lagi kecelakaan disana,"tutup Kasat. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved