Minggu, 7 Juni 2026

Hari Kartini 2025

3 Teks Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Inspiratif

Berikut ini 3 teks kata sambutan pembina upacara Hari Kartini 2025 singkat dan inspiratif bisa dijadikan referensi.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/Canva/Freepik
HARI KARTINI 2025 - Ilustrasi Hari Kartini 2025 yang dieidt menggunakan Canva/Freepik, Rabu (16/4/2025). Inilah contoh teks kata sambutan upacara Hari Kartini 2025 yang sangat inspiratif. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Berikut ini 3 teks kata sambutan pembina upacara Hari Kartini 2025 singkat dan inspiratif.

Untuk tribuners yang bertugas menjadi pembina upacara pada Hari Kartini 2025, berikut ini contoh teks kata sambutan untuk diketahui.

Hari Kartini 2025 jatuh pada Senin 21 April.

Agar lebih percaya diri, tribuners bisa mempersiapkan diri ketika akan memberikan kata sambutan pada upacara Hari Kartini nanti.

1. Teks Kata Sambutan Pembina Uapacara Hari Kartini 2025

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak Ibu Guru dan para tenaga pendidik yang saya hormati, serta anak-anakku tercinta, alhamdulillah kita bisa bersama-sama berdiri di sini untuk memperingati Hari Kartini.

Upacara hari ini tampak berbeda. Bapak-bapak dan anak-anakku yang laki-laki terlihat lebih ganteng mengenakan beskap. Bu Guru dan anak-anakku yang perempuan terlihat lebih cantik mengenakan kebaya. 

Dahulu Kartini tidak membayangkan bahwa laki-laki dan perempuan bisa berdiri berdampingan di halaman sekolah, menaikkan bendera dan menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama. Dahulu untuk bisa membaca saja harus diperjuangkan.

Kesempatan seperti ini tidak datang tiba-tiba. Setelah Kartini wafat, banyak penerus beliau yang berusaha membuka kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Cita-cita Kartini diteruskan dari generasi ke generasi.

Cita-cita Kartini tidak terbatas untuk perempuan. Kartini juga mendirikan sekolah pertukangan laki-laki untuk memajukan kerajinan ukir dari Jepara.

Anak-anakku, perlu Bapak ingatkan bahwa beskap dan kebaya hanyalah simbol. Bapak harap kalian meluangkan waktu untuk membaca buah pikiran Kartini melalui surat-suratnya. Datanglah ke perpustakaan sekolah dan cari buku terjemahan Habis Gelap Terbitlah Terang.

Kalian akan menemukan betapa majunya pemikiran Kartini. Bahkan Kartini telah mengenal pengajuan beasiswa kepada pemerintah Belanda seperti halnya perburuan beasiswa yang dilakukan siswa-siswa zaman sekarang meski keadaan tidak memungkinkan Kartini untuk berangkat ke Belanda.

Dalam salah satu suratnya Kartini mengatakan, "Jangan katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau!"

Anak-anakku, belajar memang tidak mudah. Tapi ingatlah kata-kata Kartini itu. Kalian sudah diberi kebebasan untuk belajar, maka jangan sia-siakan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved