Senin, 8 Juni 2026

Hari Kartini 2025

3 Teks Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Inspiratif

Berikut ini 3 teks kata sambutan pembina upacara Hari Kartini 2025 singkat dan inspiratif bisa dijadikan referensi.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com/Canva/Freepik
HARI KARTINI 2025 - Ilustrasi Hari Kartini 2025 yang dieidt menggunakan Canva/Freepik, Rabu (16/4/2025). Inilah contoh teks kata sambutan upacara Hari Kartini 2025 yang sangat inspiratif. 

Demikian sepatah dua patah kata dari saya, selaku pembina upacara dalam peringatan Hari Kartini ini. Mari kita meningkatkan kinerja kita masing-masing serirama dengan semangat ibu Kartini.

Siswa giat belajar, menyiapkan masa depan, bersiap untuk berwirausaha, kuliah, atau bekerja. Bapak ibu guru, dan staf sekolah juga harus terus meningkatkan kinerjanya, menggali potensi diri sesuai dengan semangat ibu Kartini.

Akhir kata, terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

3. Teks Kata Sambutan Hari Kartini 2025 untuk Pembina Upacara 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat kepala sekolah 

Yang saya hormati para guru dan karyawan 
Dan yang saya banggakan para siswa SD/ SMP/ SMA......

Hadirin yang saya hormati,

Puji syukur kita haturkan kepada Allah yang telah memberikan kesehatan dan hidayah sehingga pada pagi ini kita bisa melaksanakan upacara bendera di lapangan sekolah

Para peserta upacara yang saya banggakan

Saya mengimbau agar kalian semua selalu tetap rajin belajar dengan penuh kedisiplinan. 
Selanjutnya, perlu saya ingatkan bahwa pada bulan April ini, kita wajib mengingat dan mengenang sosok pahlawan emansipasi wanita yang hari kelahirannya kita peringati setiap tanggal 21 April. 
Beliau adalah Raden Ajeng Kartini. 

Dilahirkan sebagai seorang putri bangsawan, Kartini tumbuh menjadi gadis yang lincah, rajin dan pemberani. Beliau dengan cepat merasakan adanya ketidakadilan dalam sistem budaya yang berlaku di sekitarnya.

Perempuan kerap dianggap remeh dan di beberapa tempat sering mengalami perlakuan, penindasan dan ketidakadilan dari para laki-laki.  Singkatnya, kaum lelaki menganggap dirinya berhak melakukan apa saja terhadap kaum perempuan.

Tentu saja hal tersebut sangat mengusik Kartini siang dan malam. Belum lagi adanya tradisi-tradisi yang mengekang fisik dan jiwa kaum perempuan seperti adanya kewajiban dipingit selama berhari-hari.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved